Seniman Pelopor Guruh Gipsy dan Politikus PDIP, Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun


 JAKARTA — Berita duka menyelimuti dunia seni dan panggung politik Tanah Air. Seniman besar sekaligus politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026) pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada usia 73 tahun.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Hasto menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepulangan putra bungsu dari Presiden pertama RI Soekarno dan Ibu Fatmawati tersebut.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai. Kita berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai," ujar Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Sabtu (26/9/2026).

Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh Soekarnoputra merupakan adik kandung dari Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Guruh menempuh pendidikan dasar dan menengah di SD serta SMP Perguruan Cikini, sebelum melanjutkan ke SMA Negeri 25 Jakarta hingga lulus pada 1970.

Di bidang akademik, ia sempat mengenyam pendidikan tinggi jurusan Arkeologi di Universitas Amsterdam, Belanda (1971–1974). Guruh kemudian meraih gelar Sarjana Administrasi Publik dari STIAMI pada 2008, dilanjutkan meraih gelar Magister Manajemen pada 2010, serta Magister Sains Ilmu Administrasi Publik pada 2012.

Sebagai seorang seniman multifaset, kiprah Guruh sangat menonjol di belantika musik dan tari tradisional. Pada 1965, ia membentuk grup musik The Beat-G. Sepuluh tahun kemudian, pada 1975, Guruh bersama sejumlah musisi ternama mendirikan grup Guruh Gipsy, yang mencatatkan sejarah sebagai salah satu pelopor aliran musik progressive rock di Indonesia melalui album eksperimental berjudul sama.

Selain Guruh Gipsy, Guruh juga mendirikan Gank Pegangsaan bersama deretan musisi legendaris seperti Chrisye, Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Roni Harahap. Pada 27 Maret 1977, Guruh memperkuat kontribusinya di dunia seni pertunjukan dengan mendirikan sanggar Swara Mahardhika, yang melahirkan banyak karya megah memadukan tarian tradisional dan modern.

Tak hanya di panggung seni, Guruh juga mengabdikan diri di jalur politik praktis. Keterlibatannya sebagai anggota DPR RI dimulai pada periode 1992–1997 melalui PDI. Pasca-Reformasi, Guruh terus dipercaya rakyat dan terpilih kembali menjadi wakil rakyat dari PDIP selama beberapa periode beruntun, mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VI (1999–2009 dan 2019–2024) serta Jawa Timur I (2009–2019).

Kepergian Guruh Soekarnoputra meninggalkan legasi besar dalam seni budaya maupun perjalanan politik Indonesia. Ucapan duka dan doa mengalir dari berbagai pihak agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Post a Comment

Previous Post Next Post