Produksi 1,5 Ton Sampah Per Hari, RS Kanker Dharmais Resmi Canangkan Program Net Zero Hospital

JAKARTA — Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSK Dharmais) mengambil langkah strategis dalam menekan dampak lingkungan dari aktivitas pelayanan medis dengan meresmikan pencanangan Program Net Zero Hospital. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya volume limbah medis dan operasional harian yang dihasilkan, yang mencapai sekitar 1,5 ton per hari.

Pencanangan program berkelanjutan tersebut berlangsung di RSK Dharmais, Jakarta Barat, Jumat (25/9/2026). Selain agenda talk show, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan Sertifikat Bangunan Gedung Hijau (BGH) serta aksi simbolis penanaman pohon beringin di area rumah sakit.

Direktur Layanan Operasional RSK Dharmais, Juliana Aritonang, mengungkapkan bahwa karakteristik limbah di rumah sakit rujukan kanker nasional ini sangat spesifik dan membutuhkan penanganan ketat. Limbah yang dihasilkan tidak hanya mencakup sampah padat dan cair umum, melainkan juga limbah medis berbahaya hingga limbah nuklir dari fasilitas radioterapi.

"Khususnya di Rumah Sakit Kanker Dharmais ini, limbahnya tidak cuma limbah cair atau limbah padat, ada juga limbah nuklir. Itu menjadi satu hal yang harus dikawal sekali. Sampah kita bisa hasilkan kurang lebih sampai dengan 1,5 ton sehari," ujar Juliana.

Juliana menjelaskan bahwa Program Net Zero Hospital tidak sekadar berfokus pada pengolahan sampah teknis, tetapi diarahkan untuk membangun budaya kerja baru di kalangan seluruh sivitas hospitalia. Penghematan konsumsi daya listrik, efisiensi penggunaan air, hingga perubahan kebiasaan kecil seperti penggunaan tangga manual dibanding lift untuk jarak dekat menjadi bagian dari komitmen harian.

Pencanangan ini didukung oleh kesiapan infrastruktur. Pada periode 2025–2026, Gedung Cendana dan Gedung Parkir RSK Dharmais resmi mengantongi sertifikasi Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan Greenship, yang mencakup penilaian perencanaan, konstruksi, hingga pemanfaatan operasional.

Kepala Instalasi Kesehatan Lingkungan dan K3RS RSK Dharmais, Wisnu Handoyo, menambahkan bahwa sertifikasi BGH menjadi pijakan awal untuk memperluas efisiensi operasional, pengelolaan kualitas udara dalam ruang, hingga tata kelola limbah terintegrasi.

Melalui transformasi keberlanjutan ini, manajemen RSK Dharmais berharap dapat menciptakan lingkungan perawatan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi para pasien kanker, sekaligus memberikan efisiensi biaya operasional rumah sakit yang dapat menjadi percontohan bagi fasilitas kesehatan lainnya di Indonesia.

Post a Comment

Previous Post Next Post