Hujan Perdana Guyur Bandar Lampung Usai Salat Istisqa Pemprov dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

 


BANDAR LAMPUNG — Setelah dilanda musim kemarau panjang selama beberapa pekan terakhir, wilayah Kota Bandar Lampung akhirnya diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (11/9/2026) siang. Turunnya hujan perdana ini disambut antusias dan rasa syukur oleh warga di tengah kondisi cuaca terik serta ancaman polusi udara akibat dampak lingkungan belakangan ini.

Berdasarkan pantauan di lapangan, guyuran air hujan mulai membasahi permukaan jalan dan menyejukkan suhu udara sekitar pukul 13.30 WIB. Hujan terpantau merata di sejumlah titik vital dan jalan protokol, seperti di kawasan Jalan Teuku Umar, Jagabaya, hingga sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta (Bypass).

Turunnya hujan ini terjadi hanya sehari setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar Salat Istisqa berjamaah pada Kamis (10/9/2026). Ibadah permohonan hujan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual bersama dalam menghadapi bencana kekeringan panjang, sekaligus untuk meminimalisasi penyebaran abu vulkanik akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat mengintai pemukiman warga.

Pemerintah Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kekompakan seluruh lapisan masyarakat yang terus memanjatkan doa demi keselamatan bersama. Guyuran hujan perdana ini diharapkan mampu menekan tingkat polusi udara serta membasuh sisa-sisa material debu vulkanik GAK yang menempel di pemukiman maupun fasilitas publik.

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengingatkan para pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Pencampuran air hujan pertama dengan akumulasi debu kering di atas aspal dinilai berpotensi menyebabkan kondisi jalan menjadi licin dan membahayakan keselamatan lalu lintas.

Pihak Pemprov Lampung bersama BMKG dan instansi terkait memastikan bakal terus berkoordinasi secara berkala guna memantau fluktuasi cuaca ekstrem serta mengantisipasi potensi perubahan status kebencanaan di wilayah Lampung.

Post a Comment

Previous Post Next Post