LAMPUNG TENGAH – Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren (PP) Raudlatul Sholihin, Purwosari, Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah. Sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai wilayah di Sumatera hingga Jawa memadati kompleks pesantren dalam rangka peringatan Haul Akbar Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Senin malam (21/9/2026).
Lautan jamaah yang terdiri dari pengikut Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah, santri, wali santri, alumni, tokoh agama, hingga masyarakat umum tampak antusias mengikuti seluruh prosesi. Lantunan dzikir dan sholawat bergema sejak beberapa hari sebelum acara puncak dimulai. Acara ini tidak hanya menjadi wadah mengenang meneladani ajaran Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, tetapi juga sebagai sarana silaturahmi akbar umat Islam.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah: Kyai Tajali Jamaludin Al-Busthomi
Ketua Yayasan PP Raudlatul Sholihin: Kyai Ahmad Rofiqi Jamaludin
Wakil Gubernur Lampung: dr. Jihan Nurlela
Penceramah Nasional: KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Sleman, Yogyakarta
Unsur Pejabat & Ormas: Kakanwil Kemenag Lampung, Katib Rois Syuriah PBNU, PWNU Lampung, serta jajaran Polres Lampung Tengah dan Forkopimcam Padang Ratu.
Penyerahan Bantuan Mobil Operasional "Santri Nolong Santri"
Di tengah kemeriahan acara, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PKB sekaligus Ketua Ikatan Alumni Santri Way Lunak Purwosari (Kaswari), Munir Abdul Haris, S.Sos.I., menyerahkan bantuan satu unit mobil operasional untuk PP Raudlatul Sholihin. Bantuan diserahkan secara simbolis melalui program bertajuk “Santri Nolong Santri”.
Mobil operasional tersebut diperuntukkan bagi kelancaran aktivitas dakwah, kebutuhan harian santri, serta kegiatan sosial Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah.
"Ini bentuk kepedulian kecil kami. Pesantren adalah benteng akhlak generasi muda. Semoga mobil ini bisa mempermudah santri untuk mengaji, berdakwah, dan bergerak untuk kegiatan sosial," ujar Munir.
Pihak pengasuh PP Raudlatul Sholihin menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat menunjang mobilitas kegiatan pesantren dan di doakan menjadi amal jariyah bagi para dermawan.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah kebangsaan dan doa bersama yang dipimpin oleh KH Ahmad Muwafiq, menegaskan peran pesantren dan haul sebagai ruang spiritual pembina keberkahan serta persatuan umat.
Post a Comment