Hadiri Dies Natalis ke-61 Unila, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Minta Perguruan Tinggi Jadi Motor Hilirisasi Ekonomi


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong Universitas Lampung (Unila) untuk mengambil peran sentral sebagai motor utama transformasi ekonomi daerah melalui riset terapan, pengembangan teknologi, dan hilirisasi komoditas unggulan pertanian.

Langkah strategis tersebut ditujukan untuk mengolah potensi kekayaan sumber daya alam primer Lampung menjadi produk industri bernilai tambah tinggi guna menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 8 persen menuju Indonesia Emas 2045.

Arah kebijakan itu disampaikan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat memberikan arahan pada Rapat Luar Biasa Senat Universitas Lampung dalam rangka Dies Natalis ke-61 Unila bertema “Be Strong: Dari Kampus yang Kuat Menuju Kampus yang Berdampak” di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Bandar Lampung, Rabu (23/9/2026).

Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen penduduk Lampung menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Meski mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen serta peningkatan daya beli masyarakat di tahun 2026, tingkat hilirisasi sektor primer di Lampung dinilai masih relatif rendah.

"Dari sekitar Rp165 triliun nilai sektor primer kita, baru sekitar 40 persen yang telah dihilirisasi, sedangkan 60 persen sisanya masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Enggak banyak anak Unila yang terlibat hilirisasi tebu jadi gula, jagung jadi pakan, atau singkong jadi tapioka, glukosa, dan sorbitol. Ke depan, Unila harus menjadi motor transformasi itu," ujar Gubernur Mirza.

Salah satu bentuk sinergi konkret yang didorong Pemprov Lampung bersama Unila adalah pembentukan National Cassava Center guna mendongkrak produktivitas singkong Lampung dari rata-rata 25 ton per hektare menjadi di atas 40 ton per hektare.

Target ini dinilai sangat strategis mengingat Lampung menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi tapioka nasional dan menopang kehidupan lebih dari 500.000 kepala keluarga. Melalui riset bibit unggul pada 2027, Lampung ditargetkan mampu memimpin pasokan tapioka dan produk turunannya seperti glukosa serta maltosa di tingkat global sekaligus menekan angka impor.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya pelibatan generasi Z dan post-Gen Z yang populasinya mencapai 42,77 persen (sekitar 5 juta jiwa) di Lampung agar terserap dalam lapangan kerja formal berbasis industri olahan lokal.

Sementara itu, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.U., menyatakan kesiapan akademisi Unila untuk mentransformasikan riset perguruan tinggi agar memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkelanjutan.

Post a Comment

Previous Post Next Post