BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memacu percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar di pelbagai kabupaten/kota. Hingga akhir September 2026, realisasi fisik pekerjaan tercatat telah mencapai kisaran 53 persen, dengan target akhir tahun mampu mendongkrak indeks kemantapan jalan provinsi hingga menyentuh angka 85 persen.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini pihaknya mengelola sebanyak 86 paket pekerjaan utama, yang terdiri atas 62 kegiatan pembangunan/peningkatan jalan serta 24 kegiatan pembangunan jembatan.
Guna memastikan kualitas serta ketepatan waktu pengerjaan di lapangan, Dinas BMBK Lampung melakukan evaluasi progres secara berkala di sejumlah wilayah strategis, di antaranya Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Tengah, Kota Metro, dan Kabupaten Tanggamus. Adapun evaluasi untuk wilayah Tulang Bawang dan Mesuji dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.
"Kalau dari catatan evaluasi kita, progresnya saat ini sekitar 53 persen. Namun untuk rekapitulasi bulan September ini saya rasa angkanya sudah meningkat lagi dan akan segera kita hitung kembali secara presisi," ujar M. Taufiqullah pada Senin (28/9/2026).
Taufiqullah menerangkan bahwa sejumlah paket pekerjaan berskala kecil dengan nilai kontrak berkisar Rp5 miliar hingga Rp10 miliar saat ini telah memasuki tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.
Meski demikian, untuk proyek-proyek infrastruktur berskala besar—khususnya yang didanai melalui skema pinjaman daerah—proses pengerjaannya masih terus berlangsung (on going). Pihaknya mengakui terdapat sejumlah kendala teknis dan dinamika lapangan yang memengaruhi ritme pengerjaan.
"Khusus untuk paket-paket besar, terutama yang bersumber dari dana pinjaman, pengerjaannya masih berjalan. Tantangan di lapangan cukup kompleks, mulai dari penanganan kendala lahan hingga keterjaminan pasokan material konstruksi," bebernya.
Pemprov Lampung optimistis, dengan sisa waktu pada triwulan IV tahun 2026, seluruh kendala teknis dapat teratasi sehingga target tingkat kemantapan jalan provinsi sebesar 85 persen dapat tercapai demi memperlancar mobilitas warga dan konektivitas ekonomi daerah.
Post a Comment