Tuntut Kejelasan Status, Guru Honorer yang Dirumahkan Gelar Aksi Demonstrasi di Kantor Wali Kota Metro



METRO — Gelombang protes mendatangi Balai Kota Metro. Puluhan guru honorer yang terdampak kebijakan penataan tenaga kerja atau perumahan pegawai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Metro, Lampung.

Massa aksi berkumpul untuk menyampaikan aspirasi dan menuntut kejelasan nasib serta kepastian status kerja mereka setelah diberhentikan sementara dari tugas mengajar di sekolah-sekolah negeri setempat.

Para pendidik tersebut menilai kebijakan perumahan ini berdampak langsung pada kelangsungan hidup dan mata pencaharian mereka yang telah bertahun-tahun mengabdi di dunia pendidikan Kota Metro.

"Kami hanya ingin kejelasan nasib dan keadilan. Pengabdian yang sudah kami berikan bertahun-tahun hendaknya dihargai dengan solusi yang bijak dari pemerintah daerah," ujar salah seorang perwakilan guru peserta aksi di lokasi.

Soroti Kejelasan Formasi dan Kebijakan Daerah

Dalam aksi tersebut, para guru honorer menyampaikan beberapa poin tuntutan utama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan Dinas Pendidikan setempat. Mereka berharap Pemkot Metro membuka ruang dialog terbuka untuk mencari jalan keluar, termasuk mengevaluasi kembali kebijakan perumahan tenaga honorer serta mempertimbangkan pemanfaatan skema formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Para demonstran berharap agar jajaran kepemimpinan Pemkot Metro dapat menerima perwakilan mereka untuk beraudiensi secara langsung guna membahas solusi berkeadilan bagi para pendidik di Kota Metro.

Post a Comment

Previous Post Next Post