Tim SAR Lampung Evakuasi 4 Nelayan Mati Mesin di Perairan Krakatau, Semua Selamat

 


BANDAR LAMPUNG — Operasi penyelamatan dramatis digelar Tim Rescue Pos SAR Bakauheni di Perairan Krakatau, Lampung. Sebanyak empat nelayan asal Teluk Betung, Bandar Lampung, yang terombang-ambing akibat kapal mengalami mati mesin di tengah laut, berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat pada Rabu (5/8/2026) dini hari.

Peristiwa bermula saat kapal nelayan tersebut mengalami kegagalan fungsi mesin sekitar pukul 17.30 WIB dalam perjalanan pulang usai melaut menuju Teluk Betung. Laporan darurat baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melalui kerabat korban pada Selasa (4/8) pukul 21.50 WIB.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mewakili Kepala Basarnas Lampung, mengonfirmasi bahwa tim rescue langsung dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 hanya 20 menit setelah laporan masuk.

"Alhamdulillah seluruh nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Ini wujud komitmen Basarnas memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan secara cepat, tepat, dan profesional demi keselamatan masyarakat," tegas Rezie Kuswara.

Kronologi Pencarian dan Proses Evakuasi

Menembus jarak sekitar 20,56 mil laut dari Pos SAR Bakauheni dengan kondisi gelombang mencapai 0,8 hingga 1 meter, tim penyelamat menyisir koordinat lokasi secara intensif. Pada pukul 01.15 WIB, keberadaan kapal berhasil dideteksi pada posisi 6°12’35.20″ LS dan 105°28’38.50″ BT.

Keempat survivor—yakni Najiburohman (35), Arman (60), Saiful Bahri (40), dan Marlon (40)—langsung dievakuasi ke Pulau Krakatau Besar untuk berlindung sementara waktu.

Rincian Penanganan Pasca-Evakuasi:

  • Tahap I (Pukul 05.15 WIB): Dua korban berhasil dipulangkan dan mendarat selamat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Piluk, Bakauheni.

  • Tahap II: Dua korban lainnya memilih bertahan sementara di pulau untuk mendampingi proses penarikan (towing) kapal oleh pemilik armada.

  • Alut yang Dikerahkan: 1 Unit RIB 02, Aqua Eye, Underwater Search Device (UWSD), peralatan selam, serta alkom darurat.

Imbauan Keselamatan Melaut & Penutupan Operasi

Seiring terevakuasinya seluruh korban tanpa cedera serius, Basarnas Lampung resmi menutup Operasi SAR tersebut.

Rezie mengimbau seluruh komunitas nelayan dan pelaku jasa transportasi laut di Lampung untuk senantiasa mengutamakan prosedur keselamatan pelayaran, terutama memeriksa kelaikan mesin kapal serta memantau kondisi cuaca sebelum berlayar.

"Bagi masyarakat yang mengalami atau melihat keadaan darurat di wilayah perairan, dapat segera menghubungi Call Center Basarnas di 115 atau Com Center Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006," pungkas Rezie.

Post a Comment

Previous Post Next Post