BANDAR LAMPUNG — Berakhirnya perhelatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 tak lantas menyurutkan perhatian publik dan parlemen daerah. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk segera melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan event pariwisata tahunan tersebut, Senin (31/8/2026). Langkah ini dinilai krusial guna memastikan Festival Krakatau tidak hanya menyuguhkan keramaian seremonial, tetapi memberikan dampak ekonomi terukur bagi masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi Heri, menegaskan bahwa Festival Krakatau memiliki kedudukan strategis untuk mempromosikan pariwisata, seni budaya, serta potensi ekonomi kreatif daerah. Namun, karena telah berlangsung selama puluhan tahun, aspek perencanaannya memerlukan pembenahan agar kualitas dan dampaknya dapat terus ditingkatkan.
"Pada prinsipnya, DPRD Provinsi Lampung melihat Festival Krakatau sebagai event yang penting dan strategis. Tetapi karena ini sudah menjadi agenda tahunan, tentu kita tidak ingin Festival Krakatau hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial semata," ujar Fauzi Heri.
Evaluasi Berbasis Impact Ekonomi dan Baseline Data
Fauzi menekankan bahwa proses evaluasi tidak boleh sekadar berfokus pada kelengkapan administrasi kegiatan maupun laporan penyerapan anggaran APBD. Pemprov Lampung bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dituntut membuka data riil mengenai outcome kegiatan, seperti jumlah kunjungan wisatawan, rata-rata lama tinggal (length of stay), tingkat okupansi hotel, hingga akumulasi nilai transaksi UMKM.
"Keberhasilan festival tidak cukup diukur dari jumlah penonton atau banyaknya acara, tetapi dari berapa besar economic impact yang dihasilkan. Setiap rupiah APBD harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," tegas Fauzi. Pihaknya pun hingga kini masih menunggu penyerahan data resmi guna membandingkan perputaran ekonomi sebelum, saat, dan sesudah festival secara objektif.
Transformasi Menuju Krakatau 2027 dan Pendekatan Pentahelix
Guna menyongsong Festival Krakatau 2027, DPRD mendorong dilakukannya kajian komprehensif mencakup penyusunan konsep baru, pemetaan target pasar, penetapan kalender kegiatan yang presisi, hingga efisiensi anggaran. Fauzi menilai nama besar dan brand sejarah Krakatau harus dioptimalkan agar wisatawan tidak sekadar menghadiri panggung pertunjukan, melainkan terdorong untuk mengeksplorasi destinasi wisata, mencicipi kuliner lokal, dan memperpanjang masa penginapan.
Di samping itu, Pemprov Lampung diminta menerapkan pendekatan pentahelix dengan mengikutsertakan para pelaku usaha pariwisata, pengelola hotel, restoran, agen perjalanan, media, serta komunitas budaya sejak tahap awal penyusunan rencana.
"Jangan sampai pemerintah membuat event, kemudian pelaku pariwisata baru diberitahu ketika acaranya sudah akan berlangsung. Evaluasi ini bukan untuk menghentikan festival, melainkan memperbaikinya agar Krakatau benar-benar menjadi magnet wisata yang memberi nilai tambah bagi perekonomian Lampung," pungkasnya.
Post a Comment