Panen Demfarm PM-AAS Tembus 11,2 Ton per Hektare, Lampung Bidik Produksi Padi 4 Juta Ton


 LAMPUNG TENGAH — Penerapan teknologi Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada lahan percontohan (demfarm) seluas 100 hektare di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, berhasil mencatatkan produktivitas padi rata-rata mencapai 11,2 ton per hektare.

Capaian positif berdasarkan hasil pengukuran metode ubinan tersebut diumumkan saat panen raya yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan), Kamis (20/8/2026).

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa hasil piloting PM-AAS ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan sawah hingga dua kali lipat dibandingkan dengan metode konvensional. Atas keberhasilan ini, Pemprov Lampung berkomitmen meluaskan penerapan teknologi PM-AAS hingga target 35 ribu hektare sampai akhir tahun 2026.

"Alhamdulillah, pemodelan PM-AAS di Lampung menunjukkan hasil sangat menggembirakan. Peningkatan produktivitas ini harus berujung pada peningkatan kesejahteraan petani. Jika penerapan diperluas dan indeks pertanaman ditingkatkan, produksi padi Lampung tahun depan berpeluang mencapai 4 juta ton," ujar Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, Pemprov Lampung menargetkan produksi padi daerah mencapai 3,5 juta ton pada tahun ini melalui perluasan PM-AAS, optimalisasi pengairan, serta pemanfaatan pupuk organik program PHC.

Sementara itu, Plh. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Tin Latifah, mengapresiasi terobosan Pemprov Lampung. Ia menegaskan bahwa Lampung merupakan salah satu dari lima provinsi penyangga utama pangan nasional.

"Produktivitas di atas 10 ton per hektare membuktikan bahwa penggunaan benih unggul, teknologi modern, dan tata kelola yang tepat mampu memberikan hasil luar biasa, bahkan di tengah tantangan kemarau," ungkap Tin.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Lampung, Endro Gunawan, menjelaskan bahwa dari tiga titik sampel ubinan di Desa Rama Nirwana, produktivitas masing-masing mencatatkan angka 10,6 ton, 11,46 ton, dan 11,7 ton per hektare. Capaian ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi percepatan modernisasi pertanian di seluruh wilayah Provinsi Lampung.

Post a Comment

Previous Post Next Post