BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung terus memperketat pemantauan potensi gempa bumi menyusul runtutan kejadian gempa berkekuatan di atas Magnitudo 5 di beberapa daerah, termasuk gempa tektonik yang sempat mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, menjelaskan bahwa wilayah Lampung dikelilingi oleh sejumlah pergerakan sesar aktif yang menjadi fokus pemantauan utama kebencanaan, di antaranya Sesar Semangko, Sesar Panjang, dan Sesar Tarahan.
"Untuk potensi, ketika semuanya bergerak, beberapa hari lalu di Lampung juga ada gempa di Tanggamus. Jadi kita pantau terus karena di Lampung ini ada Sesar Semangko, Sesar Panjang, dan Sesar Tarahan," ujar Rudy Sjawal, Kamis (20/8/2026).
Selain pemantauan rutin, BPBD Lampung aktif memberikan edukasi kebencanaan kepada warga mengenai langkah penyelamatan mandiri saat terjadi guncangan. Kesiapsiagaan di wilayah pesisir juga turut diperkuat melalui pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami (Early Warning System/EWS) hasil kolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di enam desa/kelurahan di Lampung Selatan.
Guna memperkuat ketahanan tingkat tapak, BPBD terus menggenjot pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini, sebanyak 14 dari target 52 Destana telah beroperasi dan akan terus dikembangkan secara terintegrasi dengan program Pemprov Lampung.
"Program Desa Tangguh Bencana ini nantinya dikolaborasikan dengan program Pemprov Lampung, termasuk Desaku Maju, yang di dalamnya juga melibatkan Karang Taruna Tangguh Bencana," pungkas Rudy.
Post a Comment