Hanya Sejam, Polisi Amankan Ibu Kandung Yang Buang Jasad Bayi di Pahoman



BANDAR LAMPUNG — Jajaran Polsek Tanjung Karang Barat bergerak cepat mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di tempat pembuangan sampah kawasan Jalan Way Seputih, Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, Senin (10/8/2026).

Hanya butuh waktu sekitar satu jam pasca-olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar lokasi, polisi berhasil mengamankan pelaku berinisial SA (29). Yang mengejutkan, wanita yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) tersebut merupakan ibu kandung dari bayi malang tersebut.

Kapolsek Tanjung Karang Barat, AKP Martoyo, menjelaskan bahwa penemuan bermula saat petugas pengangkut sampah mencurigai isi kardus bekas beras yang hendak dimasukkan ke dalam truk sampah.

"Saat hendak membuang sampah ke truk, petugas melihat ada kaki manusia. Kemudian langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Polsek," kata AKP Martoyo, Senin (10/8/2026).

Melahirkan di Kamar Mandi, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Setelah menerima laporan, petugas mendatangi lokasi dan menemukan jasad bayi perempuan di dalam karung plastik bekas beras yang terbungkus kardus. Polisi yang langsung menyisir rekaman CCTV dan mengumpulkan petunjuk berhasil melacak keberadaan SA.

Berdasarkan pemeriksaan awal, SA mengaku melahirkan bayi tersebut sendirian di kamar mandi rumah tempatnya bekerja. Petugas juga menemukan bercak darah di lokasi persalinan mandiri tersebut.

Poin Utama Pengungkapan Kasus Pembuangan Bayi Pahoman:

  • Waktu Penemuan: Senin, 10 Agustus 2026 (subuh/pagi hari).

  • Lokasi TKP: Tempat pembuangan sampah Jalan Way Seputih, Pahoman, Enggal.

  • Identitas Pelaku: SA (29), pekerjaan ART, berstatus ibu kandung korban (baru bercerai dari suami).

  • Kecepatan Pengungkapan: Terbongkar kurang dari 1 jam berkat bukti rekaman CCTV sekitar TKP.

  • Status Saat Ini: SA sedang menjalani penanganan medis/operasi pascamelahirkan, sementara jasad bayi berada di rumah sakit untuk proses otopsi.

Saat ini polisi masih menunggu pemulihan kondisi fisik dan psikologis SA yang masih mengalami trauma sebelum menggali motif utama penelantaran/pembunuhan bayi tersebut.

"Untuk motif masih kita dalami karena pelaku masih dalam kondisi sakit dan shock. Kita tunggu pulih dulu, termasuk menunggu hasil otopsi resmi jasad bayi," pungkas AKP Martoyo.

Post a Comment

Previous Post Next Post