BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengusulkan pengadaan 45 unit alat ukur penggunaan air atau water meter digital. Langkah strategis ini diambil guna menekan risiko kebocoran pajak serta memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP).
Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa dari total 101 wajib pajak air permukaan di Lampung, baru 44 perusahaan yang telah memasang alat ukur fungsional. Sementara 57 perusahaan lainnya belum memiliki water meter atau alatnya dalam kondisi rusak.
"Berdasarkan Pergub Lampung Nomor 4 Tahun 2024, penghitungan PAP seharusnya menggunakan water meter. Namun kendalanya, harga alat ini cukup mahal jika dibebankan ke perusahaan, sehingga masih banyak yang belum memasang," ujar Saipul, Jumat (7/8/2026).
Pertimbangkan Skema Sewa Digital Real-Time dan Proyeksi Penerimaan
Harga satu unit pro meter berkualitas tinggi berkisar antara Rp60 juta hingga lebih dari Rp200 juta. Untuk memangkas besarnya alokasi anggaran yang diperkirakan menembus Rp3,5 miliar jika dibeli putus, Bapenda mengkaji skema penyewaan bulanan dengan pihak ketiga.
Pemanfaatan water meter digital berbasis internet (IoT) ini akan memungkinkan Bapenda memantau debit penggunaan air perusahaan secara real-time dan transparan.
Poin Utama Pengadaan Water Meter Bapenda Lampung:
Rencana Pengadaan: 45 unit water meter (menunggu persetujuan DPRD Provinsi Lampung).
Skema Efisiensi: Pertimbangan sewa bulanan guna menghemat APBD dan mengalihkan beban perawatan ke penyedia jasa.
Target & Realisasi PAP 2026: Target Rp10 miliar, di mana per Juli 2026 telah terealisasi Rp6,4 miliar (71%).
Sistem Pemantauan: Pemanfaatan sensor digital real-time untuk mencegah manipulasi data penggunaan air oleh wajib pajak.
Saipul optimistis, dengan terpasangnya alat ukur digital ini pada seluruh jaringan perusahaan wajib pajak, potensi kebocoran pendapatan daerah dapat ditekan secara signifikan.
"Nantinya data masuk bisa dipantau langsung secara real-time, sehingga pelaporan penggunaan air jauh lebih akurat dan transparan," pungkasnya.
Post a Comment