ASSEN — Seri Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen menyisakan catatan evaluasi mendalam bagi tim CIP Green Power. Pembalap andalan mereka, Scott Ogden, secara terbuka meluapkan rasa frustrasinya akibat kendala teknis yang menghambat agresivitasnya di atas lintasan. Meski sempat menunjukkan sasis performa menjanjikan sejak sesi kualifikasi awal, pembalap asal Inggris tersebut harus rela menyudahi balapan di luar zona poin setelah terjebak dalam ritme rapat rombongan belakang yang sulit ditembus.
Grafik penampilan Ogden di GP Belanda sejatinya sempat memantik optimisme tim saat dipaksa merangkak dari sesi Kualifikasi 1 (Q1). Bersaing ketat dalam sirkulasi waktu dengan rider Indonesia, Veda Ega Pratama, Ogden tampil habis-habisan dan sukses mengunci posisi kedua tercepat di sesi Q1 dengan catatan waktu 1 menit 41,087 detik. Manuver impresif tersebut tidak hanya menggusur posisi Veda ke urutan ketiga, tetapi juga mengantarkan Ogden menembus babak penentuan Q2 bersama Casey O'Gorman.
Namun, sasis strategi CIP Green Power mulai goyah ketika memasuki sesi Q2. Ogden gagal mempertahankan konsistensi kecepatan dan tidak mampu menajamkan catatan waktu terbaiknya dari sesi terdahulu. Dampaknya, ia harus menerima konsekuensi start dari urutan ke-18. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Veda Ega Pratama yang justru tampil lebih kompetitif di Q2 untuk mengamankan posisi start ke-7, meski pembalap Honda Team Asia itu akhirnya gagal finis akibat mengalami kecelakaan saat memimpin balapan.
"Balapan akhir pekan ini berlangsung sangat rumit bagi kami. Sebenarnya saya sudah merasa sangat nyaman dengan motor dan merasakan sensasi yang baik di atas sasis ini. Namun, situasinya menjadi sangat sulit ketika saya mencoba memperbaiki posisi; motor terasa sangat sukar untuk diajak menyalip (overtake) pembalap lain," ungkap Scott Ogden dilansir dari rilis resmi CIP Green Power.
Meskipun mampu bertahan dari kerasnya balapan Assen dan finis di posisi ke-16, hasil tanpa poin ini menjadi alarm bagi kru mekanik CIP Green Power untuk segera membenahi penyaluran tenaga dan fleksibilitas motor saat momen duel satu lawan satu. Ogden menegaskan mentalitasnya tidak akan surut akibat hasil minor ini. Tim teknis kini berpacu dengan waktu untuk merestorasi sasis dan setelan motor demi mengamankan poin penuh pada seri kesebelas Moto3 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 10–12 Juli mendatang.
Post a Comment