Pemprov Lampung Beri Dispensasi Kerja demi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah



BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah progresif dalam mendukung penguatan ketahanan keluarga dan pengasuhan anak usia dini di wilayahnya. Otoritas eksekutif daerah menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diinisiasi secara nasional oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN. Gerakan yang bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin, 13 Juli 2026 ini, diwujudkan lewat kebijakan konkret berupa kelonggaran jam kerja bagi para aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta yang bertindak sebagai kepala keluarga.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Dr. H. Marindo Kurniawan, menjelaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung telah bergerak cepat menyelaraskan regulasi pusat. Sebagai tindak lanjut resmi atas Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 17 Tahun 2026, para bupati dan wali kota menerbitkan draf instruksi lokal yang memandatkan pemberian dispensasi waktu bagi para ayah untuk hadir mendampingi buah hati mereka di gerbang sekolah sebelum memulai aktivitas di kantor.

Kebijakan insentif waktu ini menyasar para orang tua yang memiliki anak di berbagai tingkatan satuan pendidikan, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah (SMP/SMA). Langkah ini dinilai krusial untuk membangun fondasi psikologis anak yang matang dalam menghadapi transisi lingkungan baru.

"Kehadiran seorang ayah secara fisik dan emosional saat mengantarkan anak pada hari pertama sekolah adalah bentuk investasi psikologis yang tak ternilai bagi tumbuh kembang anak. Ini bukan sekadar gerakan seremonial tahunan, melainkan intervensi strategis untuk memotong rantai fenomena fatherless—atau minimnya kehadiran figur ayah dalam pengasuhan di Indonesia. Pemprov Lampung memberikan fleksibilitas waktu kerja agar para ayah dapat memberikan suntikan motivasi dan rasa percaya diri langsung kepada anak-anak mereka sejak dini," urai Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan.

Marindo menambahkan, GAMAS diposisikan sebagai bagian integral dari draf Strategi Nasional Pembentukan Karakter Generasi Menuju Indonesia Emas 2045. Keterlibatan aktif figur ayah diyakini mampu meningkatkan kecerdasan emosional anak, menekan potensi penyimpangan perilaku remaja, serta mempererat ikatan internal keluarga inti (nuclear family).

Otoritas Kemendukbangga/BKKBN melalui perwakilannya berharap gerakan ini memicu kesadaran jangka panjang bagi para kepala rumah tangga di Lampung agar tidak lagi menyerahkan urusan domestik dan pendidikan anak mutlak kepada ibu saja. Sinergi pengasuhan yang seimbang antara ayah dan ibu diproyeksikan akan melahirkan klaster keluarga tangguh dan adaptif, yang siap menjadi motor penggerak kualitas sumber daya manusia daerah di masa depan.

Post a Comment

Previous Post Next Post