Mengintip Kecepatan 8 Menit Respons Darurat PT BTB



BANDAR LAMPUNG — Menjaga keselamatan jutaan pengendara di jalur urat nadi Pulau Sumatra menuntut kesiapsiagaan tanpa celah. Komitmen ini ditunjukkan secara transparan oleh PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll (BTB) melalui agenda bertajuk BTB Media Visit 2026: Behind the Toll pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, awak media diajak membedah langsung Standard Operating Procedure (SOP), orkestrasi teknologi pengawasan 24 jam, hingga performa penanganan darurat di sepanjang 140 kilometer ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter).

Command Centre: Mata Digital Pengawas Arus Trans-Sumatra

Setelah melewati draf safety induction wajib di area operasional, manajemen PT BTB memaparkan kekuatan armada dan fasilitas penunjang yang mereka miliki. Jalur bebas hambatan sepanjang 140 kilometer ini ditopang oleh 11 gerbang tol, 9 simpang susun, 12 rest area, serta 57 unit kendaraan operasional.

Jantung dari seluruh sistem pengawasan ini berada di Command Centre. Di ruang kendali terpadu ini, petugas memonitor draf arus lalu lintas secara real-time melalui dinding layar yang terhubung dengan 289 unit kamera CCTV di sepanjang jalur tol. Mata digital ini berfungsi mendeteksi setiap potensi gangguan, mulai dari kendaraan mogok, kecelakaan, hingga hambatan trek jalan.

Untuk mempercepat draf pelaporan, PT BTB juga membuka saluran call center 24 jam di nomor 0811-7910-812. Melalui sistem ini, setiap laporan dari pengguna jalan langsung diintegrasikan dengan unit gerak cepat terdekat di lapangan.

Teknologi Gardu Tol dan Simulasi Respons Cepat Penyelamatan

Kunjungan media berlanjut ke Gerbang Tol Kota Baru untuk melihat draf antisipasi kemacetan di titik transaksi. Salah satu alat yang diperagakan adalah mobile reader, sebuah draf perangkat genggam yang digunakan petugas untuk menjemput bola melayani transaksi pembayaran elektronik secara manual saat terjadi antrean panjang atau gangguan pada mesin gardu utama.

Puncak dari kunjungan ini adalah pembuktian Standar Pelayanan Minimum (SPM) di sektor evakuasi. PT BTB menyiagakan Tim Rescue 24 jam yang didukung armada tangguh, meliputi kendaraan patroli khusus, 3 unit kendaraan rescue berat, 11 unit armada derek, serta 6 unit ambulans yang disebar di tiga wilayah operasional strategis.

Draf ketangkasan tim ini teruji langsung saat rombongan media mengikuti patroli di KM 85+500 Jalur A. Petugas menemukan satu unit mobil pikap yang terpaksa berhenti di bahu jalan akibat mengalami kendala mesin panas (overheat).

Petugas patroli langsung mengamankan area luar kendaraan, memasang tanda peringatan, dan menghubungi unit derek melalui radio komunikasi. Hanya dalam draf waktu delapan menit, kendaraan derek PT BTB sudah tiba di lokasi untuk mengevakuasi pikap tersebut menuju gerbang tol terdekat tanpa dipungut biaya alias gratis.

Capaian draf waktu respons selama 8 menit ini jauh melampaui batas maksimal SPM nasional yang melonggarkan draf penanganan hingga 30 menit.

Edukasi SOP dan Kenyamanan Rest Area Tipe A

Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan fasilitas di Rest Area KM 116A. Sebagai tempat istirahat dengan kualifikasi Tipe A, kawasan ini menyediakan draf pelayanan publik yang lengkap untuk memulihkan stamina pengendara, mulai dari SPBU, musala, gerai makanan, toilet bersih, hingga ruang khusus laktasi bagi ibu menyusui.

Media Handling Supervisor PT BTB, Ilham Fachrul Rosadi, menegaskan bahwa draf pembuktian langsung di lapangan ini sengaja diberikan agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid mengenai keseriusan pengelola jalan tol.

"Kami berharap melalui draf publikasi ini, masyarakat dapat memahami mekanisme pelayanan dan SOP ketat yang kami terapkan di Tol Bakter. Pengguna jalan harus tahu bahwa setiap sudut tol terpantau dan keselamatan serta kenyamanan mereka selalu menjadi draf prioritas utama yang memiliki prosedur mitigasi jelas," pungkas Ilham.

Post a Comment

Previous Post Next Post