Lewat Ngopi Serasi, Pemkab Pringsewu Bedah Klaster Masalah Sosial di Pekon Perbatasan


PRINGSEWU — Birokrasi daerah dituntut untuk terus mengikis jarak struktural dengan konstituen guna meminimalisir sumbatan informasi pembangunan di kawasan penyangga. Memasuki edisi ke-27, Pemerintah Kabupaten Pringsewu kembali menggulirkan program taktis dialogis bertajuk Ngobrol Bareng Bupati Serap Aspirasi (Ngopi Serasi) yang dipusatkan di Pekon Nusa Wungu, Kecamatan Banyumas. Otoritas eksekutif memanfaatkan forum ini bukan sekadar sebagai instrumen seremonial belaka, melainkan sebagai sasis jaring aspirasi riil (bottom-up) untuk memetakan langsung kondisi perekonomian, mitigasi anak putus sekolah, hingga kepastian batas wilayah administrasi kabupaten.

Sinyal komitmen tersebut dipertegas lewat aksi turun lapangan (blusukan) yang dipimpin langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, bersama Wakil Bupati Umi Laila, dan Ketua TP-PKK Ny. Rahayu Riyanto. Sebelum forum dialog dibuka, jajaran pimpinan daerah menginspeksi patok perbatasan wilayah guna mengantisipasi potensi sengketa agraria antarkabupaten di masa depan. Selain itu, Pemkab Pringsewu juga melakukan intervensi sosial dengan mendatangi klaster pengrajin UMKM lokal serta membuka ruang asistensi khusus bagi anak-anak putus sekolah agar dapat kembali terakomodasi dalam sasis pendidikan kesetaraan formal.

Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa akurasi perumusan kebijakan publik tidak boleh lagi hanya mengandalkan perspektif teoretis dari dalam ruang rapat formal di pusat pemerintahan. Otoritas daerah meyakini bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam menyuarakan keluhan infrastruktur dan sosial merupakan modal utama guna menghasilkan tata kelola pemerintahan yang terbuka (open government). Sebagai bentuk kehadiran negara di tengah kesulitan ekonomi, Pemkab Pringsewu bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) turut menyalurkan bantalan sosial berupa paket bantuan tunai dan logistik bagi keluarga prasejahtera di pekon setempat.

Tantangan pasca-pelaksanaan Ngopi Serasi ke-27 ini terletak pada seberapa cepat jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis mengeksekusi dan mengonversi keluhan warga menjadi program kerja konkret. Sasis gotong royong dan pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi poin penting yang ditekankan bupati agar stabilitas iklim investasi di pedesaan tetap terjaga. Melalui konsistensi model serap aspirasi yang humanis dan bersahabat ini, Pemkab Pringsewu optimistis mampu merawat kepercayaan publik sekaligus memacu akselerasi pembangunan indeks pembangunan manusia (IPM) yang merata di seluruh wilayah pekon.

Post a Comment

Previous Post Next Post