Temui Tokoh Adat Jabung, Gubernur Mirza Gulirkan Program Satu Desa Satu Sarjana



LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan intervensi program sosial-ekonomi terintegrasi guna mengikis ketimpangan pembangunan dan menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada wilayah Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Langkah taktis ini dikonsolidasikan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melalui forum audiensi kultural bersama jajaran penyimbang adat dan tokoh masyarakat di Balai Adat Desa Negara Batin. Pemprov Lampung menempatkan restrukturisasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), percepatan konektivitas infrastruktur, dan hilirisasi ekonomi tapak sebagai sasis utama pemulihan kawasan tersebut.

Dalam merespons keluhan perwakilan Ketua Pengurus Adat Jabung, Heri Febriansyah, mengenai keterbatasan akses pendidikan yang memicu marginalisasi sosial warga, Gubernur Mirza menginisiasi dua program beasiswa strategis. Fase pertama berupa komitmen pembiayaan penuh bagi 20 anak berprestasi asal Jabung untuk menempuh pendidikan di sekolah-sekolah unggulan Provinsi Lampung. Pada klaster pendidikan tinggi, Pemprov Lampung meluncurkan sasis jaminan program 'Satu Desa Satu Sarjana'. Kebijakan ini mewajibkan alokasi anggaran daerah untuk menguliahkan pemuda perwakilan dari masing-masing desa hingga merampungkan studi, demi mencetak agen perubahan lokal.

Akselerasi sasis ekonomi makro di Jabung juga diselaraskan dengan jaminan pembenahan sirkulasi logistik darat. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengonfirmasi bahwa eksekusi pemulihan jalan arteri di koridor Jabung dipastikan mulai berjalan pada tahun anggaran berjalan ini. Konektivitas jalur transportasi yang prima dinilai krusial sebagai fondasi dasar bagi rencana pengembangan klaster Desa Budaya dan potensi ekowisata berbasis kearifan lokal (local wisdom) yang sedang dicanangkan pemerintah.

"Struktur hilirisasi komoditas pertanian ke depan akan kita perkuat secara masif. Sasis pengelolaannya sengaja dirancang agar tidak dikuasai korporasi atau pabrik raksasa, melainkan digerakkan sepenuhnya oleh kemandirian masyarakat adat setempat. Kebutuhan tenaga kerja mutlak diprioritaskan bagi pemuda lokal melalui program optimalisasi pupuk organik cair, penyediaan mesin pengering (dryer) jagung, hingga hilirisasi mandiri pakan unggas," tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal.

Pendekatan inklusif dan solutif dari pucuk pimpinan daerah ini mendapat legitimasi kuat dan apresiasi dari tokoh adat terkemuka, Paduka Yang Mulia Pangeran Edward Syah Pernong (Sultan Sekala Brak), yang menilai kehadiran gubernur memberikan kepastian hukum dan ekonomi bagi masyarakat adat. Selaras dengan hal itu, Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi menegaskan komitmen Pemkab untuk segera melakukan tabulasi program kerja daerah guna menyinkronkan sasis kebijakan Pemprov Lampung, sehingga realisasi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi di Kecamatan Jabung dapat dieksekusi secara presisi dan akuntabel.

Post a Comment

Previous Post Next Post