Hilang Dua Hari Saat Memancing, Lansia Asal Sukadana Diburu Tim SAR Gabungan



LAMPUNG TIMUR — Operasi pencarian berskala besar tengah digelar di sepanjang aliran Sungai Way Kambas menyusul hilangnya seorang pemancing senior berinisial MS (62). Warga Desa Sukadana Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur tersebut dilaporkan hilang secara misterius saat memisahkan diri dari rombongannya untuk beristirahat. Memasuki hari kedua pasca-laporan resmi diterima otoritas keamanan, tim Search and Rescue (SAR) gabungan bersama jajaran kepolisian masih berpacu dengan waktu menyisir rapatnya vegetasi sungai dan hutan lindung guna menemukan keberadaan korban.

Sengkarut hilangnya korban bermula saat MS berangkat menyusuri spot memancing di kawasan Way Kambas bersama lima orang rekannya sejak pagi hari. Setibanya di lokasi, rombongan tersebut membagi diri menjadi dua tim untuk menyisir area hulu dan hilir sungai. Berdasarkan penuturan saksi di lapangan, menjelang siang hari korban sempat mengeluh lapar dan mengajak rekan-rekan satu kelompoknya untuk menepi ke pondok peristirahatan (kubuk) terdekat. Karena rekan-rekannya masih fokus memancing, MS akhirnya memutuskan berjalan kaki seorang diri menuju pondok tersebut—sebuah momen terakhir sebelum korban dinyatakan hilang kontak.

Sadar hingga sore hari MS tidak kunjung kembali ke titik kumpul, kelima rekan korban sempat melakukan upaya pencarian mandiri di sekitar radius pondok. Langkah pencarian awal tersebut tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya mereka memutuskan pulang dan baru mengabarkan insiden hilangnya korban kepada pihak keluarga selang dua hari kemudian. Pihak keluarga yang syok langsung meneruskan informasi tersebut ke aparat berwenang guna menggerakkan instrumen penyelamatan resmi.

"Laporan resmi baru kami terima pada awal pekan ini setelah rekan-rekan korban memberikan kesaksian kepada pihak keluarga. Begitu data sekunder terhimpun, komando taktis langsung dibentuk dengan melibatkan personel Basarnas, Satpolairud Kepolisian Resor Lampung Timur, pamong desa, serta puluhan warga setempat. Struktur geografis Sungai Way Kambas yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan taman nasional menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan," ungkap salah satu personel SAR gabungan di lokasi.

Strategi pencarian kini dibagi ke dalam dua klaster operasi. Tim pertama melakukan penyisiran taktis menyusuri jalur perairan menggunakan perahu karet dan perahu motor milik nelayan lokal untuk mengantisipasi potensi korban terjatuh atau terseret arus sungai. Sementara tim kedua bergerak via jalur darat, melakukan pelacakan jejak kaki dan penyisiran vegetasi semak belukar di sekitar gubuk peristirahatan tempat korban terakhir kali terlihat.

Pihak keluarga korban sangat berharap otoritas terkait dapat mengerahkan perangkat pelacak tambahan guna memaksimalkan pencarian di area blank spot Way Kambas. Hingga berita ini diturunkan, jajaran kepolisian juga masih mendalami keterangan saksi-saksi kunci untuk merekonstruksi secara utuh kronologi sebelum hilangnya korban, guna mengeliminasi berbagai spekulasi liar di tengah masyarakat terkait insiden di kawasan konservasi tersebut.

Post a Comment

Previous Post Next Post