JAKARTA — Polda Metro Jaya bergerak cepat mendalami peristiwa kematian mendadak seorang pria bernama Sutrimo (48) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026). Langkah penyelidikan ini menyusul beredarnya pesan berantai yang menyebut almarhum merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) pribadi dari mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah.
Penyelidikan intensif ditangani secara kolaboratif oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan.
Kronologi Momen Kritis dan Temuan Berbusa
Berdasarkan informasi yang beredar dan fakta awal yang dikumpulkan, Sutrimo sempat mengeluhkan kondisi sakit sebelum akhirnya tak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru. Saat ditemukan, almarhum dilaporkan mengeluarkan busa dari area mulut dan hidung.
Sutrimo langsung dievakuasi menggunakan kendaraan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Namun, pihak tim medis rumah sakit menyatakan bahwa almarhum sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba (Dead on Arrival).
Keterangan Resmi Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan ucapan duka cita atas meninggalnya korban. Di saat yang sama, Budi memastikan bahwa penyidik tengah mengumpulkan seluruh fakta ilmiah guna mengurai rangkaian peristiwa secara utuh.
"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Penyidik saat ini mengumpulkan berbagai keterangan, mulai dari klarifikasi keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga rekam medis dan lokasi awal ditemukannya korban," ujar Budi Hermanto, Minggu (26/7/2026).
Menanggapi isu yang mengaitkan status almarhum sebagai Karumga dari tersangka kasus TPPU Febrie Adriansyah, Budi meminta publik memberikan waktu kepada tim penyidik.
"Mengenai status almarhum sebagai Karumga, hal tersebut masih dalam pendalaman penyidik. Kami mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tegas Budi.
Post a Comment