PRINGSEWU — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada keluarga dari dua pelajar yang meninggal dunia akibat tenggelam serta seorang warga korban musibah kebakaran rumah. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, saat meninjau langsung kediaman para korban pada Rabu (29/7/2026).
Dua korban tenggelam diketahui bernama Hafizah Dwi Latifa (11) dan Divia Angela Hastara (11), pelajar asal RT 002 RW 001 Pekon Banyumas, Kecamatan Banyumas. Keduanya dilaporkan tenggelam saat beraktivitas di Sungai Way Waya pada Selasa (21/7/2026) sore.
Sementara bantuan musibah kebakaran disalurkan kepada Sudarno, warga Pekon Fajarmulia, Kecamatan Pagelaran Utara, yang rumahnya hangus dilalap si jago merah pada Sabtu (25/7/2026).
Rincian Bantuan dan Dukungan Moral Pemkab Pringsewu
Bagi masing-masing keluarga korban tenggelam, Pemkab Pringsewu mengalokasikan alokasi dana Bantuan Tidak Terencana (BTT) senilai Rp1,5 juta yang dilengkapi dengan bantuan paket bahan pangan pokok (buffer stock). Sedangkan untuk korban kebakaran rumah, Pemkab memberikan dukungan logistik dan paket bantuan stok darurat.
Penyerahan bantuan turut didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pringsewu Debi Hardian, Camat Banyumas Zainal Abidin, Camat Pagelaran Utara Erly Yunarni, serta jajaran aparat pekon dan tokoh masyarakat.
"Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan rasa empati serta kepastian hadirnya Pemkab Pringsewu di tengah warga yang sedang menghadapi cobaan. Harapan kami bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga," tutur Bupati Riyanto Pamungkas.
Imbauan Kewaspadaan untuk Warga
Bupati Pringsewu menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, baik dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai maupun menjaga keamanan kondisi rumah dari potensi risiko kebakaran.
"Kami berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Mari kita jadikan musibah ini pelajaran untuk senantiasa ekstra berhati-hati, baik saat berenang maupun menjaga keselamatan kondisi di rumah," pungkasnya.
Post a Comment