PESAWARAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran terus mengakselerasi penanganan kemiskinan ekstrem dan perbaikan kualitas permukiman warga. Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., menyalurkan secara langsung bantuan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran kepada dua warga penerima manfaat di Kecamatan Kedondong dan Kecamatan Negeri Katon pada Senin, 21 Juli 2026.
Penyerahan bantuan ini diproyeksikan sebagai langkah taktis pemerintah daerah bersama Baznas untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hak dasar atas hunian yang aman, sehat, dan bermartabat.
Sentuh Rumah Miring di Tengah Sawah hingga Hunian Berjejal
Lokasi pertama yang disambangi Bupati Nanda Indira bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra, Plt. Kabag Kesra, serta Camat Kedondong adalah kediaman Samani di Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong. Samani, yang menggantungkan hidup sebagai buruh serabutan untuk membesarkan dua anaknya, selama ini menempati rumah miring di area persawahan yang rawan roboh dan langganan terendam banjir saat curah hujan tinggi.
Rombongan kemudian bergerak ke Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon, untuk menyerahkan bantuan serupa kepada Kamidi. Sebagai buruh bangunan, Kamidi harus tinggal di rumah berlapis geribik bambu yang lapuk dan bocor. Kondisi kian memprihatinkan karena rumah sempit tersebut dihuni secara berjejal oleh tiga Kepala Keluarga (KK).
"Rumah bukan sekadar tempat berteduh dari hujan dan panas, melainkan fondasi utama pembentukan keluarga yang sehat, aman, dan berdaya. Kolaborasi bersama Baznas ini hadir untuk memastikan warga kita yang benar-benar membutuhkan bisa memiliki tempat tinggal yang layak," ujar Bupati Nanda Indira saat menyerahkan bantuan.
Target Selesai Satu Bulan dan Penguatan Tata Kelola Zakat
Bupati Nanda mengapresiasi keandalan Baznas Kabupaten Pesawaran yang dinilai akuntabel dan tepat sasaran dalam memetakan serta menyalurkan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari para muzaki untuk program-program kemanusiaan.
Proses rekonstruksi fisik kedua rumah penerima manfaat tersebut ditargetkan rampung secara penuh dalam kurun waktu satu bulan, sehingga para penerima manfaat dapat segera menempati rumah baru yang higienis dan aman.
"Kami berharap sinergi antara Pemkab Pesawaran, Baznas, serta gotong royong warga desa dapat terus dirawat. Semakin kuat integrasi ini, semakin banyak warga kurang mampu yang bisa tersentuh bantuan sosial berdampak jangka panjang seperti ini," pukas Nanda.
Post a Comment