BANDAR LAMPUNG – Sasis ketahanan pangan di pintu gerbang Sumatra kini diperkuat lewat akselerasi penyerapan sirkuit komoditas domestik secara masif. Perum BULOG Kantor Wilayah Lampung mengambil langkah taktis mengunci sasis Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna mengeksekusi instruksi hulu pemerintah pusat terkait penyaluran Program Bantuan Pangan Beras Tambahan yang diproyeksikan bergulir selama tiga bulan ke depan.
Langkah ofensif pengamanan stok pangan ini dikonsolidasikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Lampung, Rindo Safutra, berdasarkan draf capaian kinerja hulu per awal Juli 2026. Otoritas logistik pangan daerah tersebut mencatat draf realisasi serapan gabah petani lokal telah menyentuh angka 411.898 ton, yang dikonversi menjadi sasis penguasaan stok riil sebesar 301.811 ton setara beras di dalam jaringan pergudangan BULOG.
“Volume serapan gabah dan penguasaan stok beras yang sangat masif ini menjadi fondasi absolut bagi BULOG Lampung untuk menjalankan draf penugasan taktis penyaluran bantuan pangan tambahan. Seluruh sasis operasional, mulai dari standardisasi manajemen mutu beras di lantai gudang hingga draf kesiapan armada distribusi transporasi, telah kami kunci agar penyaluran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegas Rindo Safutra secara rigid.
Rekam Jejak Penyaluran: Menjangkau 1,2 Juta Penerima Manfaat Lintas Sektoral
Sasis optimisme penguatan pangan ini disokong penuh oleh draf rekam jejak (track record) BULOG Kanwil Lampung yang sebelumnya sukses merampungkan sirkuit penyaluran reguler. Otoritas logistik mencatat sebanyak 1.260.686 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar sirkular di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung telah berhasil menerima draf alokasi logistik secara bersih tanpa distorsi administrasi yang berarti.
Keberhasilan memobilisasi jutaan ton komoditas beras tersebut diakui sebagai output dari sasis kolaborasi horizontal tingkat tinggi antara Perum BULOG, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kendali Gubernur, jajaran bupati/wali kota, korps militer (TNI), kepolisian (Polri), hingga draf transporter logistik swasta. Jaringan kerja sama lintas instansi ini diadopsi kembali sebagai sasis draf cetak biru operasional untuk mengeksekusi jilid tambahan intervensi pangan tiga bulan ke depan.
Guna mengantisipasi draf risiko penurunan kualitas beras akibat masa simpan (storage lifetime), BULOG Lampung mengintensifkan sasis kontrol pemeliharaan komoditas secara berkala. Pemeriksaan klinis laboratorium terhadap kadar air dan draf potensi serangan hama digalakkan di seluruh kompleks pergudangan demi menjamin bahwa draf beras yang diterima keluarga penerima manfaat (KPM) berada dalam sasis kondisi premium yang layak konsumsi.
Mengunci Tata Kelola Korporasi: Transparansi Pengadaan Berbasis GCG
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memikul mandat stabilisasi harga pangan dan sasis perlindungan sosial hulu, Perum BULOG Kanwil Lampung menerapkan koridor Good Corporate Governance (GCG) secara ketat pada setiap sirkuit pengadaan. Seluruh rantai pasok—mulai dari draf transaksi pembelian gabah di tingkat penggilingan petani, sasis tata laksana pergudangan, hingga draf pelaporan distribusi akhir—wajib melewati sistem audit internal dan pengawasan eksternal yang rigid.
Penerapan administrasi berbasis pencatatan digital ini ditujukan untuk mengeliminasi draf celah penyimpangan anggaran negara serta membangun sasis kepercayaan publik (public trust) yang kuat. BULOG Lampung menegaskan, kepatuhan total pada regulasi perundang-undangan pangan menjadi draf modal moral utama dalam menjaga marwah institusi sebagai garda terdepan penjinak inflasi daerah, sekaligus memastikan hak ketahanan pangan bagi seluruh draf lapisan masyarakat di Provinsi Lampung tetap terlindungi secara berkeadilan. (***)
Post a Comment