Wapres Gibran Buka PENAS 2026: Puji Petani Nelayan Garda Depan Pangan, Lampung Bersiap Sasis Tuan Rumah 2029


GORONTALO – Pemerintah pusat menaruh atensi makro terhadap penguatan sektor agraria dan maritim sebagai tameng menghadapi gejolak global. Membuka secara resmi Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di GOR David Tony, Kabupaten Gorontalo, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming menegaskan bahwa kelompok petani dan nelayan merupakan garda terdepan dalam mengeksekusi visi kemandirian pangan nasional, Sabtu (20/6/2026).

Sidang akbar pertanian nasional tersebut dihadiri oleh rupa-rupa delegasi hulu dari seluruh provinsi, termasuk Pemerintah Provinsi Lampung yang dideploy fungsional diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, Elvira Umihanni. Kehadiran Lampung di forum ini sekaligus mengunci legalitas kemenangan mutlak daerah sebagai tuan rumah Penas XVIII yang dijadwalkan bergulir serentak pada tahun 2029 mendatang.

“Kemandirian pangan menolak ditawar lagi, ini adalah program prioritas utama di bawah komando Presiden Prabowo Subianto. Di tengah fluktuasi konflik geopolitik global, perang dagang, dan benturan tarif internasional, sasis logistik negara menolak boleh bergantung atau mendiktekan nasib pada negara lain,” tegas Wapres Gibran taktis di hadapan ribuan peserta.

Wapres Serap Aspirasi Tapak: Instruksikan Kementerian Bongkar Barikade BBM dan Pupuk

Di atas podium nasional, Wapres Gibran menggelar dialog interaktif guna menyisir langsung rupa-rupa sumbatan juknis di tingkat tapak. Perwakilan petani dan nelayan menguliti secara berbobot jeritan riil di lapangan, mulai dari kedaruratan perbaikan jaringan irigasi sekunder, pendangkalan pelabuhan pendaratan ikan, kendala distribusi solar bersubsidi bagi nelayan tradisional, hingga minimnya mesin pengering (dryer) dan Rice Milling Unit (RMU) untuk menekan angka susut panen (loss).

Merespons draf keluhan tersebut, Wapres langsung melayangkan instruksi saklek kepada jajaran kementerian teknis yang hadir untuk segera mendepolys langkah konkret pasca-acara selesai.

Gibran mengingatkan bahwa tata kelola pangan menolak hanya fokus pada grafik peningkatan produksi, melainkan wajib menjamin akuntabilitas distribusi pupuk bersubsidi, perlindungan lahan pertanian dari gerusan properti, serta jaminan kepastian harga pasar bagi produsen hulu.

Lampung Kunci Tiket Tuan Rumah 2029: Unggul Mutlak 29 Suara Atas Sumut

Di lajur prestasi daerah, Bumi Ruwa Jurai resmi mencetak sejarah baru. Melalui sirkuit pemungutan suara dalam forum Rembug Utama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang digelar di Universitas Gorontalo sehari sebelumnya, draf kesiapan Lampung menyapu bersih dukungan dengan raihan 29 suara. Grafik keunggulan ini merontokkan portofolio Provinsi Sumatera Utara yang hanya memegang 5 suara dan Sulawesi Tengah dengan 1 suara.

Kadis Ketahanan Pangan Lampung, Elvira Umihanni, memaparkan secara hitam di atas putih bahwa Lampung siap bertindak sebagai sasis etalase kemajuan pertanian Indonesia pada 2029.

Kesiapan logistik dan akomodasi Lampung dipatok berada di level tertinggi, ditopang penuh oleh interkoneksi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), akses pelabuhan laut dan bandara yang menempel ketat dengan Jakarta, serta ketersediaan ratusan fasilitas perhotelan modern yang siap menampung puluhan ribu delegasi nasional.

Terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Penas XVIII Tahun 2029 diposisikan oleh pemda bukan sekadar agenda pameran pertanian, melainkan draf stimulus makro yang siap memicu fluktuasi pertumbuhan ekonomi regional, perluasan investasi agroindustri hulu-hilir, serta akselerasi pariwisata lokal demi mendongkrak ketebalan kesejahteraan masyarakat Lampung secara berkesinambungan. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post