PRINGSEWU – Akselerasi penguatan jaring pengaman sosial di hulu Provinsi Lampung terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Pringsewu berkolaborasi taktis dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan paket Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Tahun Anggaran 2026 secara serentak, Kamis (11/6/2026).
Sirkuit penyaluran bantuan perlindungan sosial yang dipusatkan di Kabupaten Pringsewu ini dikawal langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas, serta Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila. Langkah intervensi fiskal pusat dan daerah ini fungsional dieksekusi guna menjaga sasis bantalan ekonomi kelompok masyarakat rentan di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok nasional.
Bupati Riyanto Pamungkas melempar apresiasi tinggi atas guyuran portofolio anggaran jaminan sosial dari pemerintah pusat yang dinilai fungsional memotong sasis angka kemiskinan ekstrem di Bumi Jejama Secancanan.
“Guyuran bantuan perlindungan sosial ini bertindak sebagai stimulus berharga. Sasis data makro dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Tahun 2026 mencatat jumlah penduduk Pringsewu menembus angka 451.586 jiwa atau setara 144.262 kepala keluarga. Dari total nominal tersebut, sekitar 73.879 KK terkunci masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 5 yang wajib diintervensi oleh negara,” urai Riyanto Pamungkas taktis.
Kucuran Bansos APBN Tembus Rp50,5 Miliar pada Triwulan I
Riyanto membongkar hitam di atas putih bahwa arus modal pengaman sosial yang bersumber dari instrumen APBN mengalir deras ke Pringsewu. Tercatat hingga Triwulan I Tahun 2026, total dana bansos pasokan pusat yang diserap masyarakat lokal telah menyentuh angka kumulatif lebih dari Rp50,5 miliar. Nominal jumbo tersebut membelah rupa-rupa klaster jaminan sosial meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, klaster ATENSI, hingga jaminan kesehatan penerima bantuan iuran.
Khusus untuk sasis Program ATENSI 2026, Kemensos mengunci pagu alokasi senilai Rp1 miliar yang difokuskan menyasar sirkuit 1.000 penerima manfaat dengan profil lanjut usia, yatim piatu, serta penyandang disabilitas. Format intervensi tidak sekadar dilempar dalam bentuk bantuan pangan mentah, melainkan berupa armada produktif seperti motor roda tiga modifikasi untuk disabilitas serta injeksi modal usaha mikro.
Wamensos RI, Agus Jabo Priyono, menegaskan visi vertikal Presiden Prabowo Subianto yang mendesak agar instrumen negara hadir secara fungsional di garis depan guna memastikan rakyat kecil dapat hidup bahagia (gemuyu).
“Cita-cita besar hulu kabinet bukan sekadar membagikan bansos karitatif yang sifatnya sementara, melainkan membangun sasis kemandirian ekonomi secara sirkular. Kami terus mempercepat sinkronisasi data horizontal dengan pemerintah daerah agar sasis bantuan ini terdistribusi presisi kepada kelompok paling rentan. Selain itu, pemerintah pusat tengah mengakselerasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat sasis nutrisi dan imunitas anak sekolah di daerah,” urai Agus Jabo Priyono.
Cetak Rekor Penurunan Kemiskinan Terbaik Lewat Hilirisasi Singkong MOCAF
Strategi penggabungan jaminan sosial dengan pemberdayaan ekonomi yang diterapkan Pemkab Pringsewu terbukti memicu fluktuasi penurunan angka kemiskinan secara agresif. Merujuk pada sasis data Badan Pusat Statistik (BPS), grafik kemiskinan di Kabupaten Pringsewu sukses ditekan menyusut dari angka 8,32 persen pada tahun 2024 menjadi tersisa 7,6 persen saja pada penutupan akhir tahun 2025.
Raihan ini mengunci sasis prestasi Pringsewu sebagai salah satu daerah dengan performa penanggulangan kemiskinan terbaik di klaster Provinsi Lampung.
Salah satu lokomotif penggerak kemandirian ekonomi yang ditekankan Pemkab adalah pemanfaatan program inovasi hilirisasi komoditas pertanian lokal. Para keluarga penerima manfaat (KPM) kini digerakkan fungsional mengolah singkong menjadi tepung Modified Cassava Flour (MOCAF) bebas gluten. Tepung modifikasi bernilai ekonomis tinggi ini dijadikan bahan baku industri rumah tangga pembuatan mi dan kue kering guna memotong rantai ketergantungan pasokan tepung terigu impor.
Menutup arahannya, Bupati Riyanto Pamungkas berharap sasis kemitraan strategis dengan Kemensos dapat terus diperluas hingga menyentuh rencana pembentukan rupa-rupa infrastruktur sosial masa depan, termasuk draf pendirian Sekolah Rakyat di Pringsewu guna menjamin hak pendidikan anak-anak marjinal menuju target Indonesia Emas. (***)
Post a Comment