BANDAR LAMPUNG – Gelombang perombakan pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto pasca-mencuatnya sengkarut anggaran, tidak hanya memicu fluktuasi politik di tingkat pusat, tetapi juga mendapat respons positif dari sirkuit parlemen di daerah. Langkah berani kepala negara tersebut dinilai menjadi bukti nyata komitmen bersih-bersih tanpa pandang bulu demi menyelamatkan program kerakyatan.
Apresiasi tinggi datang dari Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, Mikdar Ilyas. Ia menegaskan bahwa keputusan cepat mencopot pimpinan lama dan menunjuk nakhoda baru di tubuh BGN menunjukkan keseriusan luar biasa dari Presiden untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) murni berjalan demi kepentingan perut rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“Langkah taktis dan cepat dari Bapak Presiden Prabowo Subianto ini patut kita apresiasi setinggi-tingginya. Keputusan perombakan ini diambil berdasarkan sirkuit masukan yang objektif, mulai dari keluhan masyarakat, aspirasi organisasi, laporan media massa, hingga catatan kritis dari tim pengawas di lapangan,” ujar Mikdar Ilyas saat memberikan keterangan, Kamis (4/6/2026).
Kritik Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi, Jamin Mutu Protein Anak di Daerah
Mikdar menilai, fluktuasi keluhan serta kritik tajam yang dialamatkan masyarakat terhadap jalannya program MBG selama beberapa waktu terakhir tidak boleh dianggap angin lalu. Bagi kader Gerindra ini, gelombang kritik tersebut justru menjadi indikator pembenahan yang sangat berharga agar implementasi program strategis nasional bernilai triliunan rupiah ini tidak berjalan di bawah standar kelayakan.
Pergantian pimpinan di tubuh BGN diharapkan membawa efek domino positif bagi perbaikan distribusi logistik pangan hingga ke sirkuit wilayah terpencil di pelosok Bumi Ruwa Jurai. Pasalnya, program intervensi gizi ini memegang peran krusial dalam memitigasi ketimpangan konsumsi pangan fungsional bagi anak-anak usia sekolah.
“Program pemenuhan gizi ini sejatinya sangat mulia dan berdampak langsung. Kita harus akui, di daerah-daerah tertentu atau wilayah pinggiran, belum tentu anak-anak kita bisa rutin mengonsumsi ikan segar, telur, susu, atau sumber protein berkualitas lainnya setiap hari. Dengan kawalan ketat di bawah manajemen baru BGN, kita harapkan pemenuhan angka kecukupan gizi mereka bisa lebih merata dan tepat sasaran,” urainya panjang lebar.
Patahkan Mitos 'Orang Dekat', Bukti Kepemimpinan Tegak Lurus pada Rakyat
Lebih dalam, Mikdar menyoroti dimensi kepemimpinan politik yang dipertontonkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam memutus sumbu sengkarut di tubuh BGN. Keputusan mencopot figur pimpinan terdahulu dinilai sukses mematahkan mitos adanya proteksi atau hak istimewa bagi lingkar dalam kekuasaan.
Langkah ini mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh kepala lembaga negara maupun korps birokrasi, baik di tingkat pusat hingga sirkuit daerah, bahwa indikator performa kerja dan integritas moral berada jauh di atas faktor kedekatan personal.
“Ini menjadi pelajaran politik yang sangat berharga sekaligus membanggakan. Tidak ada istilah 'orang dekat' atau 'orang kepercayaan' yang kebal dari radar evaluasi. Ketika ditemukan fakta hukum yang bermasalah di lapangan dan sistem perlu dibenahi, Presiden langsung mengambil tindakan radikal yang diperlukan. Kita sangat mengagumi gaya kepemimpinan Pak Prabowo yang menempatkan hak rakyat di atas segalanya,” pungkas legislator Lampung tersebut. (***)
Post a Comment