WAY KANAN – Sirkuit pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di tingkat akar rumput kini bergeser ke arah pelayanan publik yang lebih holistik. Memperingati momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan melalui Satuan Binmas menggelar evaluasi lapangan dalam rangka Penilaian Lomba Tiga Pilar Kamtibmas. Agenda kompetitif yang sarat inovasi ini dipusatkan langsung di Kampung Bali Sadhar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Senin (8/6/2026).
Perlombaan ini digulirkan bukan sekadar seremonial, melainkan sasis instrumen pengukur dan pemacu kinerja bagi tiga elemen utama desa: Kepala Kampung, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Sinergitas segitiga emas ini dinilai fungsional menjadi jangkar stabilitas politik, operasional pemerintahan, dan ketenteraman warga di wilayah hukum Way Kanan.
Tim penilai dipimpin langsung oleh Kasatbinmas Polres Way Kanan, AKP Sundoro, serta didampingi unsur pimpinan Kecamatan Banjit. Kehadiran tim disambut hangat oleh Kepala Kampung Bali Sadhar Utara I Ketut Renu Astika, Ps. Kanitbinmas Polsek Banjit Aipda Yudhi Purnomo, Bhabinkamtibmas Brigpol Made Suwiryanata, Babinsa Sertu Sutikno, serta diperkuat barisan Linmas, Pecalang, dan tokoh masyarakat adat setempat.
“Kami hadir ke Kampung Bali Sadhar Utara untuk mengaudit dan mengevaluasi secara mendalam sasis kinerja Tiga Pilar Kamtibmas. Momentum 80 tahun pengabdian Polri harus tecermin dari solidnya integrasi di tingkat hilir,” urai AKP Sundoro.
Tiga Aspek Utama Penilaian: Dari Dana Desa hingga Ketahanan Pangan
Tim Satbinmas Polres Way Kanan membedah sasis organisasi Kampung Bali Sadhar Utara melalui tiga variabel evaluasi makro. Pertama, aspek sarana dan prasarana yang memverifikasi ketersediaan ruang kerja khusus integrasi Bhabinkamtibmas-Babinsa, kelengkapan inventaris penunjang, hingga kejelasan bagan struktur organisasi operasional.
Kedua, aspek Sumber Daya Manusia (SDM) yang menitikberatkan pada sirkuit pembinaan kelompok tani demi menyokong program swasembada ketahanan pangan nasional, serta intensitas penyuluhan hukum preventif untuk menekan fluktuasi angka kriminalitas.
Ketiga, aspek operasional yang menguliti bukti koordinasi hitam di atas putih maupun aksi turun lapangan (turlap). Ini mencakup pengawasan bersama alokasi Dana Desa agar bebas dari sengketa korupsi, manajemen patroli wilayah, hingga keaktifan sistem keamanan lingkungan (Poskamling).
“Seluruh sasis rangkaian penilaian berjalan sangat tertib dan kondusif. Namun yang mencuri perhatian adalah bagaimana Tiga Pilar di kampung ini mampu menerjemahkan fungsi keamanan secara luas hingga menyentuh aspek kesehatan lingkungan,” puji Kasatbinmas.
Inovasi Tiga Pilar: Gandeng Dinas Peternakan Suntik Vaksin Rabies Anjing Pemburu
Poin krusial yang mendongkrak nilai Kampung Bali Sadhar Utara dalam sirkuit perlombaan ini adalah keberhasilan mereka menggandeng Dinas Peternakan untuk mengeksekusi suntik vaksin rabies massal. Langkah intervensi ini diambil secara taktis karena mayoritas warga setempat memelihara anjing yang fungsional bertugas sebagai penjaga area domestik rumah, sekaligus rekan setia berburu di ladang dan hutan.
Satu per satu warga dengan tertib menuntun anjing peliharaan mereka ke titik posko kesehatan yang telah ditentukan guna menerima dosis vaksin dari tim medis veteriner.
Bhabinkamtibmas Kampung Bali Sadhar Utara, Brigpol Made Suwiryanata, mengungkapkan bahwa inovasi pelayanan konkret ini lahir dari sasis kepedulian bersama untuk memotong potensi penyebaran zoonosis mematikan di lingkungan desa.
“Anjing pemburu dan penjaga adalah bagian dari sasis sosiologis masyarakat kami di sini. Namun, kita wajib mengunci jaminan bahwa hewan-hewan tersebut sehat, bebas dari virus rabies, sehingga tidak memicu fluktuasi ancaman bagi pemilik maupun warga lainnya. Semangat gotong royong lintas instansi inilah wujud nyata dari 80 tahun pengabdian Polri untuk masyarakat,” pungkas Brigpol Made Suwiryanata fungsional. (***)
Post a Comment