Rupiah Jebol Rp18.000 dan IHSG Tumbang di Bawah 6.000, DPR Desak Menkeu dan BI Intervensi Pasar

 

JAKARTA – Pasar keuangan domestik dihantam fluktuasi hebat pasca-melemahnya dua indikator utama ekonomi makro secara simultan. Nilai tukar Rupiah secara dramatis tumbang hingga menembus level psikologis baru sebesar Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat (AS), dibarengi dengan rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah di bawah level 6.000 pada sirkuit perdagangan Kamis (4/6/2026).

Menyikapi sengketa moneter yang kian mencemaskan ini, Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, langsung mengambil sikap taktis. Pihak parlemen mendesak jajaran otoritas fiskal dan moneter untuk segera menyudahi sikap pasif dan meluncurkan langkah intervensi radikal guna menyelamatkan sirkuit stabilitas ekonomi nasional dari efek domino eksternal.

“DPR RI merekomendasikan dengan tegas kepada pemerintah, terutama Kementerian Keuangan di bawah kendali Menteri Keuangan, untuk segera melakukan sirkuit konsolidasi fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia (BI). Fluktuasi tajam ini harus mendapat perhatian serius karena berpotensi memukul sirkuit riil masyarakat,” ujar Cucun Ahmad Syamsurijal dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tembus Batas Psikologis, Dolar AS Mengamuk di Level Rp18.015

Berdasarkan basis data komparatif pada sirkuit perdagangan Kamis, mata uang gringo bergerak sangat agresif menekan keperkasaan mata uang Garuda. Data lansiran Investing mencatat Dolar AS melonjak fluktuatif sekitar 49,4 basis poin atau menguat 0,28 persen ke level Rp18.015 per Dolar AS, dengan sirkuit pergerakan harian merentang lebar di kisaran Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, sirkuit pencatatan Google Finance mendeteksi volatilitas tinggi di mana Dolar AS sempat menyentuh fluktuasi puncak Rp18.010 sebelum melandai tipis di koridor Rp17.971. Adapun sirkuit data Bloomberg mengunci performa harian Dolar AS naik tajam hingga 0,71 persen, dengan posisi penutupan terakhir bertengger kuat di level Rp17.966 per Dolar AS.

Cucun menyayangkan belum adanya sirkuit kebijakan konkret dari pemerintah untuk meredam gelombang tekanan eksternal tersebut. Ia mendesak Menkeu dan Gubernur BI untuk mengoptimalkan seluruh bauran instrumen intervensi pasar yang tersedia, terutama memanfaatkan sirkuit payung hukum yang telah diperkuat melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Pasar Saham Ikut Longsor, Capital Outflow Bayangi Bursa

Sentimen negatif dari sirkuit nilai tukar langsung menjalar fluktuatif ke lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan langsung longsor begitu sirkuit perdagangan dibuka di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hanya dalam hitungan menit pasca-pembukaan pukul 09.05 WIB, IHSG langsung ambas ke level 5.854, alias menguap 86 poin atau setara pelemahan 1,46 persen jika dikomparasikan dengan posisi pembukaan di level 5.919.

Statistik perdagangan menunjukkan indeks bergerak fluktuatif di rentang bawah 5.852 hingga 5.924. Kendati bursa dihantui aksi jual, nilai transaksi dilaporkan tetap tinggi hingga menyentuh Rp1,18 triliun dengan sirkuit volume perdagangan mencapai 1,95 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 143.258 kali transaksi.

DPR memperingatkan bahwa jika fluktuasi ini dibiarkan bergulir tanpa sirkuit intervensi cadangan devisa dan kebijakan fiskal yang ketat, kondisi ini akan langsung memicu kenaikan biaya impor komoditas fungsional (imported inflation), merusak iklim investasi jangka panjang, serta mengganggu sirkuit pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post