TANGGAMUS – Solidaritas kemanusiaan pasca-bencana terus mengalir bagi warga yang tertimpa musibah di daerah pesisir Bumi Begawi Jejama. Merespons insiden kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal warga di wilayah pelosok, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) DPD Gibran Center Kabupaten Tanggamus bergerak cepat menyalurkan sirkuit bantuan taktis guna memulihkan kondisi psikologis dan logistik korban.
Aksi kepedulian tersebut menyasar kediaman Sahabuddin (31), seorang warga di Dusun Sinar Jaya, Pekon (Desa) Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, Kamis (4/6/2026). Penyerahan bantuan dipimpin langsung secara formal oleh Wakil Ketua Gibran Center Tanggamus, Yuliar Baro, didampingi jajaran pengurus inti organisasi.
Yuliar Baro menjelaskan, sirkuit pergerakan timnya ke wilayah pesisir Limau ini merupakan instruksi langsung dan amanah dari Ketua Gibran Center Tanggamus, Firlinda, S.E., M.Kn., M.H. Ormas besutan para pemuda ini terpanggil untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami fluktuasi kedukaan akibat kehilangan seluruh harta benda.
“Kehadiran kami di Dusun Sinar Jaya ini merupakan sirkuit keterwakilan dari Ketua Gibran Center Tanggamus, Ibu Firlinda. Kami datang untuk menyampaikan rasa duka yang mendalam sekaligus menyalurkan sirkuit kepedulian dari organisasi untuk membantu meringankan beban saudara Sahabuddin yang tertimpa ujian berat,” ungkap Yuliar Baro di lokasi penyerahan.
Salurkan Paket Sembako Lengkap dan Bantuan Tunai Taktis
Dalam sirkuit aksi sosial tersebut, rombongan Gibran Center menyerahkan bantuan tunai senilai Rp1 juta untuk menyokong kebutuhan darurat keluarga korban. Selain dana segar, tim juga memasok sirkuit logistik pangan berupa paket sembako komprehensif yang mencakup beras, minyak goreng, mi instan, telur, hingga roti.
Yuliar berharap, intervensi logistik yang fluktuatif dari lembaganya mampu menjadi pemantik semangat bagi keluarga korban untuk segera bangkit dari masa-masa sulit. Pihaknya menyadari bantuan ini tidak serta-merta mengembalikan sirkuit kerugian material yang besar, namun setidaknya mampu menjadi penyambung kebutuhan pokok harian.
“Bantuan ini murni titipan dari Ibu Ketua untuk diserahkan langsung tanpa perantara. Harapan kami, paket logistik ini bisa memulihkan ketahanan pangan keluarga korban untuk sementara waktu di masa transisi pasca-bencana ini,” tambahnya.
Trauma Ledakan Dapur: Rumah Kayu dan Tiga Motor Hangus Total
Bencana kebakaran yang memicu sirkuit simpati publik ini sejatinya terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026 lampau, sekitar pukul 22.00 WIB. Korban, Sahabuddin, menceritakan sirkuit detik-detik mencekam saat dirinya terbangun dari tidur lelap bersama dua buah hatinya akibat suara ledakan fluktuatif dari arah dapur.
Melihat kobaran api yang langsung memecah langit malam, Sahabuddin refleks menggendong anak-anaknya keluar menerobos pekatnya asap demi menyelamatkan nyawa. Struktur rumah yang didominasi material papan kayu membuat sirkuit perambatan api berjalan sangat agresif, hingga melumat habis seluruh bangunan beserta isinya dalam hitungan jam.
Akibat amukan si jago merah tersebut, tiga unit sepeda motor, satu sepeda, dokumen berharga, hingga pakaian sekolah anak-anak korban dilaporkan hangus menjadi abu. Hingga awal Juni 2026 ini, Sahabuddin bersama istri dan ketiga anaknya terpaksa harus menumpang tinggal secara fluktuatif di rumah tetangga terdekat sembari mengumpulkan puing-puing sisa kehidupan mereka. (***)
Post a Comment