Di bawah draf berita, telah disediakan 6 alternatif judul yang super lugas, ringkas, dan langsung pada intinya sesuai preferensi Anda:
METRO – Konektivitas logistik dan kualitas jalan nasional di koridor tengah Provinsi Lampung terus ditingkatkan melalui intervensi pembangunan fisik secara masif. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung resmi menggulirkan proyek perbaikan sirkular pada ruas Jalan Nasional yang membentang dari kawasan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, hingga ruas Sukadana di Kabupaten Lampung Timur.
Paket pekerjaan infrastruktur ini dieksekusi oleh PT Yerman Makmur Sejahtera selaku kontraktor pelaksana. Proyek pemeliharaan dan pengaspalan berkala ini didesain sebagai draf penanganan jangka menengah untuk memulihkan rupa-rupa titik jalan yang mengalami kerusakan struktural parah guna menjamin keselamatan dan kelancaran sirkulasi transportasi komoditas daerah.
“Kami mulai melakukan pengerjaan fisik di lapangan sejak Februari lalu dan ditargetkan rampung secara kontraktual pada Desember 2026 mendatang. Total pagu nilai anggaran yang dikucurkan negara untuk membiayai proyek lintas kabupaten/kota ini mencapai 26 miliar rupiah,” jelas Ketua Pelaksana PT Yerman Makmur Sejahtera, Heri, Sabtu (27/6/2026).
Menyisir Tiga Spot Krusial di Jantung Kota Metro
Heri menguraikan bahwa khusus untuk wilayah administratif Kota Metro, intervensi perbaikan dibagi secara taktis ke dalam tiga spot lokasi strategis dengan total panjang penanganan mencapai 550 meter. Penentuan titik pengaspalan ulang (overlay) ini didasarkan pada tingkat kepadatan lalu lintas harian serta urgensi aksesibilitas pelayanan publik di pusat kota.
Spot pertama ditempatkan di kawasan Pertamina Ganjar Agung dengan panjang penanganan mencapai 100 meter. Spot kedua menyasar jalur di depan Rumah Sakit (RS) Mardi Waluyo sepanjang 200 meter untuk mengamankan jalur evakuasi medis. Sementara spot ketiga difokuskan pada area publik padat kendaraan di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Metro hingga depan sekolah Santa Maria (Simpang Taman Merdeka – Masjid Taqwa) sepanjang 250 meter.
Skema Pemeliharaan Spot-Spot Sepanjang 120 Kilometer
Meskipun penanganan di Kota Metro terkonsentrasi pada ratusan meter area paling kritis, Heri menegaskan bahwa ruang lingkup operasional korporasi secara keseluruhan mencakup koridor jalan nasional sepanjang 120 kilometer dari Terbanggi Besar hingga Sukadana.
Pola pengerjaan yang diterapkan tidak dilakukan secara menerus, melainkan menggunakan skema spot-spot prioritas. Tim teknis di lapangan melakukan penyisiran sirkular dan melakukan pengaspalan ulang hanya pada segmen-segmen jalan yang teridentifikasi mengalami defleksi berat, berlubang, atau bergelombang.
Langkah pemeliharaan infrastruktur jalan yang dikawal ketat oleh BPJN Lampung ini diharapkan mampu menekan biaya logistik regional, memperpanjang usia pakai jalan nasional, serta meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas di wilayah tengah Bumi Ruwa Jurai hingga akhir tahun 2026. (***)
Post a Comment