TANGGAMUS – Sirkuit mobilitas logistik dan urat nadi ekonomi yang menghubungkan wilayah Pulau Panggung dan dataran tinggi Ulubelu kini telah pulih seratus persen. Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus memastikan draf operasi penyelamatan dan evakuasi makro terhadap bangkai truk tronton pengangkut pipa besi bor milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ulubelu di ruas Jalan Raya Leter S, Pekon Talang Jawa, telah resmi dinyatakan rampung total.
Langkah evakuasi lanjutan yang sempat memicu fluktuasi perlambatan arus kendaraan tersebut sengaja dikebut melalui operasi senyap sejak Sabtu malam (13/6/2026) pukul 21.00 WIB. Mengandalkan sasis alat berat jenis crane hidrolik berkekuatan makro, tim gabungan akhirnya sukses mengunci kepastian kliring jalur pada Minggu pagi (14/6/2026) sekira pukul 06.50 WIB.
“Pada draf evakuasi tahap pertama di siang hari, tim di lapangan baru berhasil mengamankan ekor sasis kendaraan serta sebagian muatan pipa besi bor. Sasis kepala truk MAN yang mengalami kerusakan struktural parah serta sisa material besi berbobot berat yang sempat melintang menghalangi badan jalan, sengaja kita eksekusi pada malam hingga dini hari guna memotong risiko kemacetan panjang,” urai Kapolsek Pulau Panggung, Iptu Suamin, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Sinergi Lintas Sektoral: Polisi, Korporasi, dan Warga Komunal Bersatu di Lapangan
Iptu Suamin mengonfirmasi hitam di atas putih bahwa keberhasilan operasi pembukaan sirkuit jalan raya yang memakan durasi hampir sepuluh jam tersebut merupakan buah manis dari ketebalan sinergi lintas sektoral. Operasi taktis ini secara fungsional melibatkan barisan personel Satlantas, manajemen PGE Ulubelu, operator profesional alat berat, hingga elemen masyarakat komunal pekon setempat yang sigap membantu pembersihan material secara manual.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, truk raksasa bernomor polisi B 9836 UIZ yang dikemudikan oleh Vicky Humaedi (44), warga Pandeglang, Banten, dihantam gangguan fatal rem blong saat merayap di turunan ekstrem Leter S pada Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB. Keputusan berani sopir membanting setir ke lajur kiri menghantam dinding tebing berhasil menyelamatkan sasis keselamatan jiwa dan mengunci nihilnya korban cedera biologis.
Kendati demikian, ukuran muatan pipa bor industri geothermal yang masif sempat melumpuhkan sebagian sasis jalan. Situasi darurat ini memaksa otoritas kepolisian menggelar rekayasa arus lalu lintas fungsional melalui skema buka-tutup jalur selama hampir 24 jam penuh sejak awal mula peristiwa mencuat.
Pasca-Kliring Jalur, Polisi Ingatkan Kelaikan Rem Sebelum Masuk Turunan Ekstrem
Seiring dengan ditariknya seluruh armada derek dan draf pembukaan blokade jalan secara total, grafik arus lalu lintas di kawasan Pekon Talang Jawa dilaporkan telah kembali berfluktuasi normal dan lancar dari kedua arah. Sasis sistem buka-tutup resmi dicabut oleh petugas pos terdepan.
Meskipun sirkuit jalan telah bersih, Iptu Suamin melempar draf imbauan ketat dan ultimatum keselamatan kepada rupa-rupa pengemudi armada logistik sumbu besar yang kerap memotong jalur perbukitan Tanggamus.
Para sopir dipatok wajib melayangkan pemeriksaan berlapis terhadap kelaikan fungsi pengereman hidrolik kendaraan sebelum meluncur, menurunkan grafik kecepatan armada, serta mematuhi rupa-rupa papan rambu peringatan di sekitar sirkuit Leter S guna memotong potensi terjadinya kecelakaan fatal di masa depan. (***)
Post a Comment