Musprov APINDO: Gubernur Rahmat Mirzani Desak Kiblat Investasi Bergeser ke Desa Lewat Sasis Hilirisasi Komoditas


BANDAR LAMPUNG – Struktur pertumbuhan ekonomi di Bumi Ruwa Jurai dipatok wajib melepaskan diri dari barikade ketimpangan urban-rural. Membuka secara resmi Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-8 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung di Ballroom Hotel Emersia, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendesak dunia usaha memutar kemudi investasi horizontal menuju ekosistem pedesaan, Senin (22/6/2026).

Di hadapan ratusan fungsionaris korporasi dan pelaku usaha, orang nomor satu di Lampung tersebut menegaskan bahwa cetak biru (blueprint) pembangunan ekonomi ke depan menolak lagi mengandalkan teori limpahan ke bawah (trickle down effect). Arah kebijakan makro daerah kini dipatok menggunakan sasis ekonomi dari bawah (bottom up economy) guna menyulap rupa-rupa potensi agraria di tingkat desa menjadi pundi-pundi pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kekuatan ekonomi Lampung yang riil itu nangkring di desa-desa, bukan menumpuk statis di wilayah perkotaan. Kita menuntut APINDO bertindak fungsional sebagai lokomotif hulu yang menarik gerbong investasi ke pedesaan, memperkuat produktivitas tapak, serta mendampingi pelaku UMKM agar naik kelas secara kompetitif,” tegas Gubernur Rahmat Mirzani Djausal taktis.

Kunci Kesejahteraan 80 Persen: Stop Ekspor Bahan Mentah, Perkuat Industrialisasi Hulu-Hilir

Gubernur yang akrab disapa Iyay Mirza ini menguliti secara berbobot bahwa sasis utama pengentasan kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja baru di Lampung berada pada komitmen hilirisasi. Berdasarkan draf analisis ekonomi, sekitar 80 persen dari total peningkatan nilai tambah (value added) komoditas sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan justru terserap pada proses pengolahan pascapanen, bukan pada penjualan bahan baku mentah.

Guna memperkokoh sasis tersebut, pemprov mendorong APINDO merumuskan program strategis lima tahun ke depan yang bersinergi dengan tujuh program prioritas daerah serta tiga Program Hasil Terbaik Cepat milik pemda.

Langkah ini dinilai krusial mengingat potret makro ekonomi Lampung saat ini sedang berada di lajur ekspansif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) merekam pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan I-2026 melejit di angka 5,58 persen secara tahunan (year on year), dibayangi performa ekspor Januari 2026 senilai US$500,14 juta yang mencetak surplus neraca perdagangan sebesar US$411,47 juta.

“Struktur ekonomi kita masih didominasi sektor pertanian dan industri pengolahan. Tantangan bersama kita ke depan adalah membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul. SDM berkualitas menuntut ketebalan nutrisi pangan dan pasokan protein yang baik, dan Lampung diposisikan fungsional sebagai lumbung protein nasional untuk menjawab tantangan tersebut,” urai Gubernur berbobot.

Laporan Ary Meizari: Bawa APINDO Selamat dari Fluktuasi Pandemi Menuju Indonesia Emas

Di lajur internal organisasi, Ketua DPP APINDO Lampung periode 2021–2026, Ary Meizari Alfian, melayangkan draf laporan pertanggungjawaban yang komprehensif. Ary merefleksikan kembali memori tahun 2021 di mana fungsionaris dunia usaha dihantam fluktuasi krisis hebat akibat hantaman pandemi Covid-19. Namun, lewat koordinasi taktis dan juknis organisasi yang adaptif, APINDO Lampung diklaim mampu bertahan dan tetap nangkring sebagai mitra konstruktif pemda.

Sepanjang satu dekade kepemimpinannya, APINDO Lampung tercatat sukses mengeksekusi lebih dari 200 agenda kerja organisasi, mengunci kemitraan strategis dengan 50 institusi eksternal, serta merealisasikan capaian target program kerja hingga menembus angka 90 persen.

Mengusung tema besar “Dengan Semangat Indonesia Incorporated, Indonesia Kuat, Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, Musprov ke-8 ini ditutup dengan penyerahan piagam apresiasi dan draf penghargaan dari Gubernur Rahmat Mirzani Djausal kepada rupa-rupa fungsionaris dunia usaha yang dinilai konsisten menyuntikkan modal dan menjaga stabilitas iklim ketenagakerjaan di Bumi Ruwa Jurai. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post