BANDAR LAMPUNG – Panggung konsolidasi pengusaha muda nasional mencapai titik didihnya. Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) resmi digelar mulai hari ini, Rabu (10/6/2026), di Hotel Novotel, Bandar Lampung. Perhelatan akbar bertema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional” ini diproyeksikan menjadi saksi pergeseran pucuk pimpinan organisasi pengusaha paling berpengaruh di Indonesia untuk masa bakti 2026–2029.
Dengan estimasi kehadiran delegasi mencapai 3.000 hingga 5.000 pengusaha dari 38 provinsi, munas kali ini menjadi sirkuit penentu arah kebijakan organisasi ke depan. Steering Committee telah menetapkan empat kandidat finalis yang lolos seleksi verifikasi ketat, masing-masing membawa rekam jejak, basis kekuatan, serta filosofi ekonomi yang berbeda.
Profil Empat Kandidat Nahkoda Baru BPP HIPMI:
1. Reynaldo Bryan: Sang Teknokrat Organisasi Memegang jabatan sebagai Bendahara Umum BPP HIPMI saat ini, Reynaldo Bryan adalah figur yang tumbuh dari sirkuit internal organisasi. Pengalamannya yang panjang, mulai dari kiprah di BPD HIPMI Jawa Barat hingga jenjang pusat, menjadikannya sosok yang paling menguasai "jeroan" organisasi. Dikenal memiliki pendekatan intelektual yang kental, Reynaldo sering hadir sebagai praktisi dalam forum-forum akademik, termasuk memberikan kuliah umum di Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait strategi pengembangan bisnis. Ia mengandalkan kekuatan manajemen organisasi dan stabilitas program sebagai kartu asnya.
2. Ade Jona Prasetyo: Integrator Bisnis dan Politik Ade Jona Prasetyo hadir dengan sasis profil yang sangat dominan di dua panggung: ekonomi dan politik. Sebagai anggota DPR RI aktif dari Partai Gerindra sekaligus Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade memiliki keunggulan akses kebijakan (policy access) yang luas. Rekam jejaknya sebagai mantan Ketua BPD HIPMI Sumatera Utara dan Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI memberikan legitimasi bahwa ia memahami sirkuit dinamika dunia usaha dari akar rumput. Dominasi baliho dan alat peraga kampanye miliknya di Bandar Lampung selama tiga bulan terakhir menunjukkan kesiapan sasis logistik yang matang dalam pertarungan ini.
3. Afifuddin Kalla: Representasi Kekuatan Bisnis Korporasi Afifuddin Kalla—atau yang akrab disapa Afi Kalla—membawa sasis profil pengusaha papan atas asal Sulawesi Selatan. Masuk dalam daftar prestisius Fortune Indonesia 40 Under 40 tahun 2025 menjadi bukti pengakuan pasar terhadap kiprah bisnisnya. Sebagai keponakan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, Afi memiliki networking (jaringan) bisnis yang sangat luas di level korporasi nasional. Ia kerap dipandang sebagai sosok yang mampu memperkuat sirkuit ekosistem bisnis besar dan pasar modal nasional.
4. Anthony Leong: Katalisator Ekonomi Digital dan UMKM Anthony Leong muncul sebagai kandidat yang paling vokal mengusung sasis isu hilirisasi digital dan industrialisasi UMKM. Saat ini menjabat Ketua Bidang V BPP HIPMI, Anthony dikenal sebagai aktivis kewirausahaan yang sangat fokus pada penetrasi teknologi dalam skala usaha mikro. Dengan latar belakang sebagai pengusaha yang dekat dengan dinamika investasi teknologi, Anthony menargetkan pengusaha muda untuk tidak hanya menjadi pemain lokal, namun fungsional menjadi sirkuit penghubung utama dalam industrialisasi berbasis teknologi di tanah air.
Peta Pertarungan: Menuju Sinergi Ekonomi 2029
Keempat kandidat ini akan bertarung merebut suara dari ribuan delegasi yang memiliki visi berbeda dalam merespons tantangan ekonomi global ke depan. Munas di Lampung ini bukan hanya sekadar suksesi kepemimpinan, melainkan arena adu gagasan tentang bagaimana pengusaha muda bisa menjadi sasis tulang punggung ekonomi nasional di tengah ancaman fluktuasi pasar global.
Siapa pun yang terpilih nanti, tugas berat telah menanti di depan mata, yakni bagaimana membawa organisasi HIPMI tetap relevan sebagai mitra strategis pemerintah dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjadi sirkuit pelindung bagi jutaan anggota UMKM yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. (***)
Post a Comment