Modernisasi Pertanian Bumi Jejama Secancanan, Bupati Riyanto Pamungkas Luncurkan Korporasi Tani di Pardasuka



PRINGSEWU – Langkah progresif dalam mendongkrak produktivitas sektor agraria dan memperkuat kedaulatan pangan kembali digulirkan di Kabupaten Pringsewu. Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, mengeksekusi sirkuit penanaman padi perdana berbasis sistem Corporate Farming (Korporasi Usaha Tani) yang dipusatkan di hamparan persawahan Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Minggu (7/6/2026).

Agenda peluncuran dan penanaman perdana ini dibidik sebagai sasi awal yang sangat strategis dalam mentransformasikan sirkuit pertanian tradisional menuju ekosistem pengelolaan lahan yang lebih maju, modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing makro di pasar regional.

Secara konseptual, corporate farming merupakan sirkuit penggabungan dan pengelolaan usaha tani milik kelompok-kelompok tani secara kolektif dalam satu kesatuan hamparan lahan yang luas. Pola korporasi domestik ini sengaja diterapkan guna memutus sengketa inefisiensi biaya operasional yang selama ini kerap fluktuatif menggerogoti margin keuntungan para petani kecil akibat pembelian sarana produksi secara eceran.

Efisiensi Hulu-Hilir: Pangkas Biaya Produksi dan Permudah Adopsi Teknologi

Bupati Riyanto Pamungkas menyatakan optimisme tingginya bahwa klaster persawahan di Pekon Pujodadi ini bakal bertransformasi menjadi sasi percontohan (pilot project) kesuksesan manajemen korporasi tani di Kabupaten Pringsewu. Melalui sirkuit kemitraan terpadu ini, para petani dipastikan bakal memetik tumpukan manfaat ekonomi yang ril.

Manfaat tersebut berkisar pada sirkuit efisiensi massal penggunaan sarana produksi (seperti benih unggul, pupuk, dan pestisida), kemudahan sasi adopsi teknologi mekanisasi pertanian modern (alat mesin pertanian/alsintan), peningkatan volume produktivitas gabah per hektare, hingga penguatan sirkuit akses jaringan pasar langsung tanpa intervensi tengkulak.

“Program strategis ini berjalan selaras dengan peta jalan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam rangka pengendalian laju inflasi daerah lewat akselerasi percepatan tanam. Ini adalah sasi komitmen kita untuk mempertebal ketahanan pangan, menaikkan fluktuasi kesejahteraan petani, serta mengunci keberlanjutan sektor pertanian yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah,” urai Bupati Riyanto Pamungkas di sela-sela prosesi penanaman padi.

Sinergi Lintas Sektoral: Kawal Ketat Manajemen di Lapangan

Mengingat sirkuit transisi menuju korporasi tani membutuhkan konsistensi tata kelola yang transparan, Bupati Riyanto memboyong jajaran fungsional tim ekonomi pemkab untuk mengawal ketat implementasi program di lapangan.

Turut mendampingi Bupati dalam sirkuit penanaman tersebut antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrid, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Budi Efriyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Judi Muljana, serta Plh Kepala Bapperida Siti Rahmah. Kehadiran para kepala dinas ini guna memastikan integrasi pasokan air, pupuk, hingga sasi pendampingan penyuluh pertanian berjalan tanpa hambatan teknis.

Manajemen menegaskan bahwa sengketa kegagalan sistem pertanian komunal di daerah lain umumnya dipicu oleh lemahnya sasi komitmen manajerial dan keretakan internal kelompok. Oleh karena itu, jajaran aparatur kecamatan dan kepala pekon (Kapekon) diminta aktif merajut sirkuit komunikasi intensif bersama kelompok tani setempat agar sirkuit sirkulasi modal dan pembagian hasil panen tetap bergerak fluktuatif secara adil dan akuntabel. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post