Lampu Hijau dari Sakai Sambayan: Konstruksi Tembus 83 Persen, 14 Juli Dipatok Jadi Kick-Off MPLS Sekolah Rakyat Kota Baru


BANDAR LAMPUNG – Kalender akademik Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di Provinsi Lampung dipastikan bakal mengukir draf sejarah baru bagi pemenuhan hak anak-anak dari klaster keluarga kurang mampu. Pemerintah Provinsi Lampung kini resmi menetapkan tanggal 14 Juli 2026 sebagai momentum krusial pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) perdana sekaligus tanda dimulainya operasional Sekolah Rakyat (SR) Permanen yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Kepastian juknis dan lini masa tersebut dikunci langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, saat memimpin Rapat Dukungan Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026) malam. Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipaksa bergerak taktis guna mengeliminasi kendala teknis sebelum hari H.

“Sekolah Rakyat ini adalah draf program strategis pemerintah untuk mengintervensi perluasan akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu agar tidak ada lagi fluktuasi putus sekolah. Oleh sebab itu, saya perintahkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan pendukung tanpa menunda-nunda waktu,” tegas Marindo Kurniawan taktis.

Kolaborasi Pusat-Daerah: Konstruksi Kementerian PU Capai 83 Persen

Dalam rapat koordinasi terpadu tersebut, terkuak portofolio kemajuan pembangunan fisik di lapangan yang saat ini dilaporkan telah menembus angka 83 persen. Kompleks SR Permanen Kota Baru dirancang secara inklusif dengan mematangkan draf fasilitas utama, mulai dari ketersediaan ruang kelas yang representatif, gedung asrama siswa, ruang makan komunal, aula pertemuan, hingga sasis area pembelajaran luar ruangan.

Proyek prestisius ini menjadi draf percontohan nasional lantaran mengintegrasikan skema kolaborasi sirkular antara pusat dan daerah. Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi Lampung bertindak menyediakan aset lahan strategis di kawasan Kota Baru, sementara draf konstruksi dan pembangunan gedung dieksekusi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan sokongan penuh pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek di Lampung ini merupakan bagian dari 104 lokasi Sekolah Rakyat Permanen yang sedang digulirkan secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

“Seluruh fasilitas utama ditargetkan sudah dapat difungsikan seratus persen pada saat operasional dimulai. Mari kita bersama-sama mengawal dan memantau draf pelaksanaan ini di lapangan agar pada hari pertama masuk sekolah, anak-anak kita dapat belajar dengan nyaman tanpa kendala utilitas,” tambah Sekdaprov berbobot.

Sisir Kebutuhan Guru, Jaringan Listrik, hingga Aksesibilitas Jalan

Guna mengamankan kelancaran hari pertama MPLS pada 14 Juli mendatang, Sekdaprov Marindo Kurniawan menginstruksikan OPD teknis untuk fokus menyisir empat klaster dukungan mendesak. Pertama, pemenuhan kuota dan distribusi tenaga guru pengajar yang kompeten dari Dinas Pendidikan. Kedua, jaminan layanan kesehatan keliling dan sanitasi lingkungan sekolah dari Dinas Kesehatan.

Ketiga, yang tidak kalah krusial, adalah pembenahan sasis infrastruktur berupa perbaikan jalan akses utama menuju gerbang sekolah yang menjadi domain Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Keempat, penyediaan jaringan lampu penerangan jalan umum (PJU) di koridor Kota Baru guna menjamin keamanan perimeter asrama saat malam hari.

Melalui juknis koordinasi yang ketat dan berbobot ini, Pemprov Lampung optimistis kehadiran Sekolah Rakyat Permanen Kota Baru mampu menjelma sebagai sasis pemutus rantai kemiskinan struktural, sekaligus menjadi draf batu loncatan penting dalam mencetak sumber daya manusia Lampung yang unggul dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post