Kunjungan Jokowi ke Lampung Diwarnai Isu Penolakan dan Rencana Demo di Adipura


 BANDAR LAMPUNG – Rangkaian kunjungan kerja Presiden RI ke-7, Joko Widodo, di Provinsi Lampung yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari diwarnai fluktuasi dinamika sosial dan respons lokal. Di tengah persiapan agenda sirkular di beberapa kabupaten, muncul riak penolakan di tingkat tapak yang ditandai dengan pencopotan atribut penyambutan serta rencana aksi penyampaian aspirasi.

Berdasarkan laporan di lapangan, sebuah baliho besar berisi ucapan selamat datang untuk Jokowi yang sempat terpasang kokoh di pintu masuk kawasan cagar budaya Taman Wisata Purbakala Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, mendadak hilang dari tempatnya. Informasi yang dihimpun mengindikasikan bahwa penurunan atribut tersebut dipicu oleh keberatan horizontal dari sejumlah tokoh adat dan zuriat Kebandaran Sekappung Limo Migo.

Selain di Lampung Timur, sasis penolakan juga bergeser ke ibu kota provinsi dengan beredarnya draf seruan aksi unjuk rasa damai di kawasan Bundaran Adipura, Kota Bandar Lampung. Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara, Relly Reagen, mengaku belum menerima laporan detail mengenai hilangnya baliho maupun rencana aksi penolakan oleh massa di pusat kota.

“Saya belum tahu informasi itu. Saat ini fokus kami sedang mengawal prosesi penerimaan gelar adat dari lima kerajaan yang berpusat di Kedaton Keagungan, Kota Sepang, Way Halim, Bandar Lampung,” kata Relly Reagen, Sabtu (27/6/2026).

Agenda Padat: Jokowi Dijadwalkan Terima Gelar Adat dan Hadiri Rakorda PSI

Kendati diwarnai ketegangan sosiokultural di lajur hilir, Relly Reagen memastikan bahwa seluruh manifes perjalanan dan agenda protokoler Jokowi di Bumi Ruwa Jurai dijamin menolak macet dan tetap berjalan linier sesuai cetak biru jadwal yang telah dikunci.

Pada Sabtu pagi, mantan kepala negara tersebut dijadwalkan menghadiri prosesi sakral penerimaan gelar adat sebelum bergeser fungsional memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Lampung yang dipusatkan di Wisma Rimbawan, Bandar Lampung. Perjalanan dilanjutkan menuju Kompleks Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen di Kabupaten Pesawaran untuk menggelar tatap muka bersama sembilan kepala desa serta ratusan kader partai.

Sore harinya, sirkuit kunjungan bergerak dinamis ke pusat UMKM Mallosewu di Kabupaten Pringsewu guna memicu dialog interaktif bersama 500 pelaku usaha mikro, yang diakhiri dengan agenda ramah tamah makro bersama pengurus DPW dan DPD PSI se-Lampung beserta organisasi relawan penasihat di Way Halim.

Kirab Budaya 5.000 Peserta di Lampung Timur Tetap Dipacu

Memasuki hari ketiga, Minggu (28/6/2026), Jokowi dijadwalkan tetap terbang menembus zona Lampung Timur untuk menghadiri pergelaran Kirab Budaya di Pugung Raharjo. Agenda massal ini diklaim bakal mengerahkan sasis kekuatan hingga 5.000 peserta yang mengomposisikan unsur relawan, tokoh adat pendukung, dan elemen masyarakat lokal.

Pasca-kirab budaya rampung, mantan Presiden RI dua periode ini dijadwalkan menyisir Pasar Kota Gajah di Kabupaten Lampung Tengah untuk membagikan paket stimulus sembako langsung kepada pedagang hamparan.

Rangkaian kunjungan panjang ini diproyeksikan bakal ditutup secara sirkular melalui agenda silaturahmi keagamaan di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lempuyang, Bandar Jaya, sebelum rombongan bergerak menuju jalur evakuasi Bandara Radin Inten II untuk bertolak kembali ke ibu kota. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post