Kawal Usulan Sejak 2024, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dampingi Presiden Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui



PESISIR BARAT – Cetak biru (blueprint) pemerataan fasilitas kesehatan rujukan di wilayah terluar Provinsi Lampung resmi beroperasi penuh. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Rabu (10/6/2026).

Kehadiran rumah sakit modern bernilai ratusan miliar ini menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi hulu antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat. Proyek strategis ini merupakan buah dari gerak cepat Gubernur Lampung yang secara agresif mengawal usulan pembangunan sejak akhir tahun 2024, demi memotong sirkuit ketimpangan akses medis bagi masyarakat di koridor pesisir barat.

“Saya bergembira bahwa Kabupaten Pesisir Barat ini sekarang bisa mendapat akses layanan kesehatan yang memadai. Warga kini tidak lagi harus menempuh perjalanan darat berjam-jam melintasi sirkuit perbukitan hanya untuk mendapatkan penanganan medis rujukan yang layak,” urai Presiden Prabowo Subianto dalam sasis arahan resminya di hulu lokasi acara.


Rekam Jejak Advokasi Pemprov Lampung: Dari Usulan Fisik Hingga Konektivitas IJD

Data dari Dinas Kominfotik Provinsi Lampung membongkar bahwa kehadiran RSUD K.H. Muhammad Thohir bukan proyek jatuh dari langit, melainkan hasil sasis advokasi kebijakan yang panjang. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal pertama kali melayangkan usulan resmi pembangunan rumah sakit ini ke pusat pada November 2024.

Tak berhenti pada pembangunan gedung, Pemprov Lampung terus melempar sasis intervensi pengawal dengan mengusulkan pembangunan jalan akses masuk ke area rumah sakit. Langkah tersebut kemudian dikunci melalui sirkuit pendanaan Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2026 guna memastikan konektivitas ambulans dan sirkulasi pasien berjalan lancar.

Guna menjamin operasional tidak mandek, Pemprov Lampung juga bergerak horizontal mendorong pengaktifan kembali serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) layanan jaminan kesehatan nasional BPJS Kesehatan. Langkah ini dibarengi dengan sasis pemenuhan kuota Dokter Spesialis untuk layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Lonjakan Kapasitas 137 Tempat Tidur dan Kesiapan Kamar Operasi KRIS

Secara teknis, rumah sakit yang dibangun melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan sokongan dana APBN sebesar Rp152,99 miliar ini mencatatkan lompatan kapasitas yang masif. Kuota tempat tidur pasien didorong berfluktuasi naik secara signifikan, dari sasis lama yang hanya menampung 98 unit kini melesat menjadi 137 tempat tidur siap pakai.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, saat mendampingi Presiden dan Gubernur melakukan inspeksi vertikal menjelaskan bahwa RSUD K.H. Muhammad Thohir dipersenjatai dengan barikade fasilitas modern setara rumah sakit perkotaan.

Kompleks medis ini telah dilengkapi ruang Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU) khusus penanganan jantung, instalasi hemodialisa (cuci darah), ruang operasi steril, laboratorium klinis, radiologi digital, hingga penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) 100 persen.

“Ini adalah satu dari 66 rumah sakit rujukan daerah yang diperkuat pusat untuk memotong angka fatalitas akibat stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal. Konstruksi fisik sudah tuntas 100 persen per akhir 2025, dan saat ini rupa-rupa instrumen alat kesehatan canggih sedang dikirim secara bertahap ke Krui,” jelas Menkes Budi Gunadi.

Dengan mulainya operasional fungsional RSUD K.H. Muhammad Thohir ini, Pemprov Lampung optimistis beban rujukan medis ke RSUD Abdul Moeloek di Bandar Lampung dapat ditekan secara drastis. Sinergi ini mengunci kepastian hukum bahwa hak atas pelayanan kesehatan yang berkualitas kini resmi digenggam oleh warga Pesisir Barat dan Lampung Barat secara setara dan berkeadilan. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post