PRINGSEWU – Konstruksi pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ketahanan domestik di tingkat daerah kini mulai meletakkan sasis perhatiannya pada reposisi peran maskulinitas dalam rumah tangga. Membuka secara resmi sirkuit Seminar Nasional Keayahan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, secara simbolis menandatangani komitmen makro Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Senin (8/6/2026).
Agenda strategis ini diinisiasi sebagai ruang inkubasi gagasan guna mendobrak sasi paradigma sosiologis patriarki sekuler yang selama ini membatasi fungsi ayah sebatas mesin pencari nafkah finansial.
Forum berskala nasional tersebut fungsional menghadirkan Konselor sekaligus pendiri Lingkar Ayah Indonesia, Rizki Tajuddin, perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta dihadiri jajaran birokrasi mulai dari Ketua TP-PKK Pringsewu Ny. Rahayu Riyanto hingga Sekretaris Daerah Ir. M. Andi Purwanto.
“Keluarga adalah sasis pondasi paling utama dalam arsitektur pembangunan suatu bangsa. Dalam institusi terkecil ini, peran seorang ayah harus mengalami perluasan fungsi; tidak lagi sekadar menjadi pencari nafkah, melainkan wajib hadir sebagai pendidik, pelindung, teladan moral, serta figur emosional yang fungsional memengaruhi tumbuh kembang psikologis anak,” urai Bupati Riyanto Pamungkas di hadapan ratusan ASN.
Intervensi Pengasuhan: Kunci Utama Memotong Fluktuasi Angka Stunting
Bupati Riyanto menilai, sirkuit keterlibatan ayah secara aktif dan inklusif dalam pola pengasuhan anak (fathering) menjadi instrumen taktis yang linier dengan program strategis nasional. Kehadiran figur ayah yang hangat, peduli, dan bertanggung jawab dinilai fungsional memotong rupa-rupa sengketa domestik sekaligus menciptakan klaster keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya.
Secara makro, keterlibatan emosional kaum ayah ini diklaim menjadi sasis intervensi yang efektif dalam mendukung program BKKBN untuk menurunkan angka stunting di daerah, memperkuat ketahanan pangan domestik, serta mencetak generasi berkualitas menuju visi Indonesia Emas.
“Gerakan Keayahan atau Gerakan Ayah Teladan Indonesia di Kabupaten Pringsewu ini harus diperkuat lewat aksi nyata di lapangan, bukan sekadar menjadi sasis jargon seremonial,” tegas Riyanto fungsional.
BKKBN Lampung: Keluarga Adalah Lembaga Pendidikan Pertama dan Utama
Sinyal dukungan makro terhadap sirkuit gerakan ini dilempar langsung oleh Kepala BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih. Pihaknya melempar sasi apresiasi yang tinggi terhadap langkah taktis Pemkab Pringsewu yang secara progresif menggandeng komunitas lokal, seperti Komunitas Ayah Secancanan Pringsewu, guna membumikan isu keayahan ini ke tingkat akar rumput.
Menurut Soetriningsih, pembangunan ketahanan keluarga merupakan langkah hulu yang sangat determinan dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat secara fisik dan cerdas secara sosiologis.
“Keluarga merupakan sasis lembaga pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak. Seminar nasional ini mengunci relevansi yang sangat kuat mengenai bagaimana kita mengoptimalkan kembali peran domestik ayah. Semoga dari Pringsewu lahir komitmen dan gerakan taktis yang mampu menginspirasi ketahanan keluarga di tingkat Provinsi Lampung hingga skala nasional,” pungkas Soetriningsih. (***)
Post a Comment