Gema Deru 4.000 Motor Legendaris: Wabup Syaiful Anwar Buka Jamda II RX-King Lampung di Kalianda



KALIANDA – Deru khas mesin dua tak dari motor legendaris yang dijuluki "Raja Jalanan" resmi mengguncang pesisir Lampung Selatan. Sebanyak kurang lebih 4.000 pencinta dan penunggang armada motor ikonik RX-King dari berbagai penjuru wilayah di Sumatra hingga lintas provinsi di Indonesia memadati Lapangan Lampung Selatan Expo, Kalianda, guna merayakan pembukaan Jambore Daerah II (Jamda II) RX-King Indonesia Region Lampung, Sabtu (25/4/2026).

Ajang silaturahmi akbar yang dijadwalkan berfluktuasi meriah selama dua hari penuh (25–26 April 2026) ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar. Prosesi sakral pembukaan tersebut turut dikawal ketat oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Darmawan, sejumlah kepala perangkat daerah hulu, serta Camat Kalianda.

Dalam draf pidato sambutannya yang disambut riuh kepulan asap tipis khas dua tak, Wabup Syaiful Anwar menegaskan bahwa eksistensi RX-King di era modern saat ini telah bergeser melampaui sasis kendaraan transportasi konvensional. Motor produksi pabrikan Yamaha tersebut diklaim telah bertransformasi fungsional menjadi simbol identitas kultural dan sejarah panjang komunitas yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan horizontal.

“RX-King bukan lagi sekadar motor tua. Ini adalah sasis identitas, karakter tangguh, dan draf sejarah yang berjalan. Suara bising yang khas dari knalpotnya bukan sekadar deru pembuangan mesin, melainkan bertindak fungsional sebagai simbol keberanian, kebebasan berekspresi, dan manifestasi solidaritas tanpa batas antar-warga komunitas,” urai Syaiful Anwar taktis.

Tekankan Kedewasaan Komunitas: Jadilah Pelopor Tertib Lalu Lintas

Syaiful melempar apresiasi tebal kepada barisan "Raja" yang rela memotong jarak ratusan kilometer menerjang rupa-rupa rintangan hulu jalan raya demi merapat ke sirkuit Kalianda. Kendati demikian, otoritas eksekutif Lampung Selatan ini melempar pengingat keras agar fluktuasi semangat persaudaraan tersebut wajib diimbangi dengan sasis tanggung jawab moral yang tinggi saat berkendara.

Wabup mendesak agar sirkuit komunitas yang memiliki basis massa raksasa ini mampu memotong stigma negatif di masyarakat dengan cara bertindak nyata sebagai teladan atau pelopor tertib berlalu lintas. Solidaritas kelompok diminta tidak salah arah dan harus dikonversi menjadi rupa-rupa draf kegiatan sosial yang berdampak positif bagi warga lokal.

“Kami mematok aturan main yang jelas di lapangan: sasis kecepatan harus berjalan linear dengan keselamatan, dan sasis solidaritas wajib bergandengan mesra dengan kepedulian sosial. Tunjukkan kepada publik luas bahwa kuantitas komunitas yang masif ini berbanding lurus dengan kedewasaan berpikir dan bertindak,” tegas orang nomor dua di hulu Lampung Selatan tersebut.

Pesan Sentimental Wakil Bupati: Gas Boleh Kencang, Hati Tetap Hangat

Menutup lembar sambutan resminya, Wakil Bupati melempar untaian kalimat sentimental yang puitis, mengunci komitmen persaudaraan di bawah sasis satu aspal yang memicu riuh tepuk tangan ribuan anggota komunitas otomotif yang hadir.

“Gas di jalanan boleh saja kencang, tetapi sasis persaudaraan di antara kita harus ditarik lebih kencang lagi. Suara knalpot boleh saja terdengar keras dan gahar, namun komitmen hati harus tetap hangat merangkul sesama. Perjalanan hulu dari daerah asal boleh saja jauh dan melelahkan, tapi draf tujuan akhir kita semua tetap satu: kebersamaan abadi,” pungkas Syaiful Anwar haru.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap penuh agar sepanjang pelaksanaan Jamda II hingga Minggu besok, seluruh sirkuit acara dan pergerakan konvoi peserta dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Langkah penataan event otomotif skala regional ini sekaligus diharapkan mampu mendongkrak grafik perputaran ekonomi kreatif dan pariwisata di hulu Kota Kalianda. (***)

Post a Comment

Previous Post Next Post