PRINGSEWU – Konsolidasi organisasi kepemudaan berbasis religiusitas di Provinsi Lampung resmi bergulir. Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Lampung sukses menyelenggarakan Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) VI yang dipusatkan di Hotel Urban, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (30/5/2026).
Forum tritahunan tertinggi di tingkat provinsi ini mengusung tema strategis, yaitu “Akselerasi Pemuda Katolik yang Mandiri untuk Mewujudkan Lampung Makmur dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas.” Agenda krusial ini dirancang sebagai kompas arah gerak organisasi sekaligus wadah suksesi kepemimpinan untuk memilih Ketua Pemuda Katolik Komda Lampung yang baru.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas. Pj Kepala Daerah ini memberikan impresi serta apresiasi tinggi terhadap rekam jejak, independensi, dan kontribusi nyata yang selama ini telah ditorehkan oleh kader-kader Pemuda Katolik di Sai Bumi Ruwa Jurai.
Apresiasi Rentetan Program Nyata Lintas Sektoral
Dalam pidato sambutannya, Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Pemuda Katolik Lampung telah berhasil keluar dari cangkang organisasi yang sekadar berorientasi pada kaderisasi internal formalitas. Gerakan organisasi ini dinilai telah bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pemerintah daerah memberikan catatan tebal atas keberhasilan berbagai program inklusif yang dijalankan Pemuda Katolik, di antaranya:
Program Perisai BPJS Ketenagakerjaan untuk perlindungan pekerja informal.
Sekolah Pasar Modal sebagai sarana literasi finansial generasi muda.
Aksi Kemanusiaan Lintas Agama berupa penyaluran alat bantu bagi penyandang disabilitas yang bersinergi dengan Komnas Disabilitas, serta keterlibatan aktif dalam pengamanan hari raya keagamaan.
Mitra Demokrasi dan Kamtibmas melalui program pengawasan partisipatif pemilu bersama Bawaslu, serta pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Pasukan Komando Pemuda Katolik yang berkolaborasi dengan jajaran kepolisian.
“Deretan portofolio gerakan ini menjadi bukti autentik bahwa Pemuda Katolik hadir sebagai mitra kolaboratif strategis pemerintah dalam merawat tenun persatuan, menjaga iklim toleransi, serta mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Lampung,” puji Riyanto Pamungkas taktis.
Dorong Sinergi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Riyanto mengingatkan bahwa tantangan menuju Indonesia Emas 2045 menuntut kemandirian pemuda di sektor ekonomi kreatif dan literasi digital. Oleh karena itu, momentum Muskomda VI wajib diletakkan sebagai ruang evaluasi kritis atas program kerja pengurus demisioner serta proyeksi pembuatan program kerja baru yang adaptif dengan tantangan zaman.
Pengusaha kopi sukses ini juga menitipkan harapan besar agar dinamika persidangan dalam menentukan nakhoda baru Pemuda Katolik Lampung dapat berjalan mengedepankan asas musyawarah mufakat.
“Saya berharap seluruh proses musyawarah ini dapat berlangsung secara demokratis, bermartabat, kental dengan semangat persaudaraan, dan menghasilkan keputusan-keputusan terbaik. Pemerintah Kabupaten Pringsewu membuka pintu selebar-lebarnya untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi program ke depan demi kemajuan masyarakat Lampung secara umum,” tandasnya.
Perhelatan akbar ini dihadiri oleh jajaran anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran fungsionaris pengurus Pemuda Katolik Komda Lampung, delegasi Komisariat Cabang (Komcab) dari 15 kabupaten/kota, serta sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) lainnya. (***)
Post a Comment