JAKARTA – Atmosfer emosional yang pekat mewarnai sirkuit pelantikan jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Senin sore (8/6/2026). Air mata haru tampak mengalir di pipi Nanik S Deyang sesaat setelah dirinya resmi diambil sumpah jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengomandani lembaga pangan strategis tersebut.
Momen sakral itu pecah ketika Presiden Prabowo melangkah menghampiri Nanik guna memberikan ucapan selamat. Tak kuasa membendung rasa haru di bawah sorotan lampu ruang utama Istana, Nanik terlihat menitikkan air mata hingga harus merogoh tisu dari kantong roknya guna menyeka wajah.
Beban berat di pundak Nanik untuk memulihkan sasis integritas lembaga yang baru saja diguncang skandal korupsi massal tampaknya menjadi pemicu fluktuasi emosi yang begitu mendalam.
Suasana emosional tersebut berlanjut saat Nanik menerima jabat tangan dari Jaksa Agung ST Burhanuddin. Keduanya sempat terlibat perbincangan serius namun hangat selama beberapa saat, mengingat Kejaksaan Agung merupakan instrumen hukum hulu yang baru saja mengeksekusi penahanan para mantan pimpinan BGN yang terjerat rasuah.
Tak hanya itu, Nanik juga fungsional membangun komunikasi taktis di sela-sela prosesi seremonial dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Guna memastikan program prioritas negara ke depan berjalan tanpa sengketa hukum di tingkat hilir, Nanik melempar sasi permohonan dukungan pengamanan secara langsung.
“Pak Kapolri terima kasih, mohon bantuannya,” ucap Nanik S Deyang fungsional dengan nada bergetar.
Mengunci Sumpah Jabatan, Bersihkan Borok Korupsi Pemenuhan Gizi
Perombakan sasis kepemimpinan ini dieksekusi secara kilat oleh Presiden Prabowo Subianto menyusul penetapan status tersangka terhadap barisan pejabat BGN terdahulu atas kasus dugaan korupsi tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, kini resmi naik kelas mengisi pos yang ditinggalkan oleh Dadan Hindayana.
Guna memperkuat sasis operasional kabinet, Presiden juga melantik dua arsitek birokrasi baru di posisi Wakil Kepala BGN. Mereka adalah Agustina Arumsari yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP, serta Mayjen TNI Trenggono yang mengantongi rekam jejak sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sirkuit alih kepemimpinan ini dikunci secara yuridis melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala serta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Di bawah panduan langsung Presiden Prabowo, para pimpinan baru ini mengucapkan ikrar sumpah fungsional di hadapan kitab suci. Mereka bersumpah demi Allah untuk menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan berjanji setia pada UUD 1945.
Komitmen hitam di atas putih ini menjadi jangkar baru bagi BGN untuk segera memotong rupa-rupa carut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Publik kini menanti apakah air mata haru Nanik S Deyang di Istana sore itu akan bertransformasi menjadi ketegasan taktis dalam menyapu bersih sisa-sisa mafia anggaran yang bersarang di sirkuit pemenuhan gizi anak-anak bangsa. (***)
Post a Comment