Wujudkan Toleransi, Densus 88 AT Polri dan Pecalang Hindu Bahu-Membahu Amankan Salat Iduladha di Bandar Lampung



BANDAR LAMPUNG – Pemandangan menyejukkan sekaligus penuh harmoni mewarnai pelaksanaan ibadah Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kota Bandar Lampung. Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Lampung Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri menggandeng Pecalang (satuan pengamanan swakarsa) Umat Hindu setempat untuk melaksanakan pengamanan bersama sepanjang berlangsungnya Salat Id di Lapangan Labuhan Dalam, Kecamatan Labuhan Ratu, Rabu pagi (27/5/2026).

Kehadiran para personel Satgaswil Lampung yang bersanding bahu-membahu dengan para pecalang berpakaian adat khas Hindu di area luar lapangan menjadi simbol visual yang sangat kuat mengenai kokohnya fondasi kerukunan antarumat beragama di Bumi Ruwa Jurai. Langkah taktis ini berhasil direalisasikan melalui instrumen koordinasi serta sinergisitas aktif yang telah dibangun secara organik oleh kedua belah pihak di tingkat Kelurahan Labuhan Dalam.

Selama jalannya peribadatan umat Muslim tersebut, tim gabungan lintas unsur ini secara sigap melaksanakan pola pengamanan swakarsa. Mereka menyisir area parkir, mengatur lalu lintas jemaah, hingga memonitor dinamika situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar ring utama area ibadah agar ribuan jemaah dapat menunaikan salat dengan khusyuk.

Benteng Konkret Menangkal Polarisasi dan Radikalisme

Lebih dari sekadar menjaga ketertiban fisik di lapangan, aksi nyata kolaboratif ini merupakan bentuk penguatan nilai toleransi dan perwujudan moderasi beragama secara konkret di tingkat akar rumput.

Otoritas keamanan menilai, melalui kolaborasi inklusif lintas keyakinan seperti ini, potensi polarisasi atau pembelahan sosial di tengah masyarakat dapat diminimalisir sedini mungkin. Langkah preventif ini sekaligus diproyeksikan untuk mempersempit ruang gerak bagi tumbuh dan berkembangnya paham intoleransi serta radikalisme, khususnya di wilayah Provinsi Lampung.

Sinergi yang solid dan presisi ini membuahkan hasil positif. Seluruh rangkaian ibadah Salat Iduladha dari awal hingga akhir di Lapangan Labuhan Dalam dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan sangat kondusif tanpa ada riak gangguan kamtibmas sekecil apa pun.

Inisiatif pengamanan bersama yang diinisiasi oleh korps burung hantu bersama komunitas Hindu ini pun seketika menuai respons positif serta apresiasi yang tinggi dari para tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga jemaah yang hadir melaksanakan ibadah. Pola pengamanan humanis ini diharapkan dapat menjadi rujukan model toleransi bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia dalam merawat kemajemukan bangsa. 

Post a Comment

Previous Post Next Post