BANDAR LAMPUNG – Sukses digelar dalam dua gelombang pada pertengahan Mei 2026, program retreat pembinaan mental spiritual yang diinisiasi oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memanen apresiasi dari para pejabat teras pimpinan tinggi pratama (eselon II). Agenda ini dinilai ampuh dalam mendongkrak kebersamaan sekaligus menyuntikkan energi spiritual baru bagi jalannya roda birokrasi di Bumi Ruwa Jurai.
Sebagai informasi, kawah candradimuka spiritual ini dipusatkan di Masjid Raya Nurul Ulum, Kompleks Islamic Center Provinsi Lampung, Rajabasa, Bandar Lampung. Gelombang pertama sukses dilaksanakan pada Kamis-Minggu, 7-10 Mei 2026, disusul gelombang kedua pada Rabu-Sabtu, 13-16 Mei 2026.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Mulyadi Irsan, merespons sangat positif terobosan yang digulirkan oleh Gubernur Mirza tersebut. Menurut mantan Pj. Bupati Tanggamus ini, atmosfer kedekatan yang terbangun selama beberapa hari bermalam di masjid memberikan impresi yang sangat membekas.
“Tanggapan saya setelah mengikuti retreat ini, mantap,” ujar Mulyadi Irsan singkat namun tegas menggambarkan keberhasilan acara.
Nada kepuasan dan refleksi mendalam juga diutarakan oleh Kepala Biro Hukum Setdaprov Lampung, Yudhi Alfadri. Ia menceritakan bahwa materi kajian agama yang disuguhkan selama retreat sangat relevan dengan realitas dan dinamika kerja kedinasan saat ini. Sisi spiritualitas ASN dibedah agar pelaksanaan kebijakan publik tidak melenceng dari koridor moral hukum.
“Alhamdulillah, program retreat Pak Gubernur bagus sekali. Banyak ilmu positif yang kita dapatkan, khususnya terkait spiritualitas. Ini menyadarkan kami bahwa kita bekerja bukan hanya untuk mengejar dunia, namun juga untuk akhirat. Karena apa pun yang kita perbuat sebagai pejabat publik, kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,” urai Yudhi filosofis.
Yudhi bahkan berharap program pembersihan mental ini tidak berhenti di tingkat kepala dinas atau biro saja, melainkan bisa ditularkan secara berjenjang ke level di bawahnya serta diadopsi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung demi keseragaman integritas birokrasi.
Mengasah Kecerdasan Spiritual Tanpa Ganggu Jam Kerja
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, meluruskan persepsi publik agar tidak menyamakan agenda ini dengan retreat semi-militer ataupun kedinasan kaku yang biasa dijalani kepala daerah. Menurut Sekda, konsep yang diusung Gubernur Mirza justru mengedepankan pendekatan yang lebih santai (refreshing) namun sarat makna.
Marindo juga menjamin bahwa pelaksanaan retreat ini sama sekali tidak mengganggu produktivitas pelayanan publik maupun jam kerja ASN. Hal ini dikarenakan pengaturan jadwal registrasi dimulai pada Rabu malam, lalu agenda inti dioptimalkan saat hari libur akhir pekan (Jumat malam hingga Minggu).
“Sifatnya lebih seperti refreshing dari sisi nilai-nilai spiritual dan keislaman. Tujuannya mengasah kembali kecerdasan spiritual agar Pejabat Eselon II kembali pada khitah nilai-nilai agama dan core values ASN,” jelas Marindo Kurniawan.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sejak awal menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai instrumen investasi SDM jangka panjang, bukan sekadar seremonial belaka. Evaluasi berkala akan terus dilakukan dari hasil dua gelombang pertama yang dikhususkan bagi pejabat eselon II laki-laki ini.
Melalui penyatuan visi di rumah ibadah, Gubernur Mirza berharap ego sektoral antar-dinas dapat terkikis habis, berganti menjadi sinergi koordinasi yang solid, penguatan integritas anti-korupsi, serta pelayanan masyarakat yang jauh lebih optimal dan humanis.
Post a Comment