BANDAR LAMPUNG – Cuaca ekstrem berupa guyuran hujan deras sama sekali tidak menyurutkan spirit nasionalisme di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Dengan sigap, Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang semula dijadwalkan di Lapangan Korpri, langsung dialihkan secara dinamis ke area indoor Ruang Abung Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (20/5/2026).
Upacara khidmat ini dihadiri oleh jajaran petinggi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung. Di antaranya perwakilan Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Kabinda Lampung, perwakilan Pangdam XXI/Radin Intan, perwakilan Danrem 043/Gatam, perwakilan Kapolda Lampung, perwakilan Kejati Lampung, serta para komandan satuan TNI (Danlanal, Danlanud, Danbrigif 4 Marinir/BS), dan pejabat eselon II Pemprov Lampung.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, sedangkan posisi Pemimpin Upacara diemban oleh Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, M. Aprizal Arsyita.
Tahun ini, Harkitnas mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara", sebuah pesan mendalam yang menitikberatkan pada kesiapan total bangsa dalam menghadapi pergeseran lanskap zaman di era modern.
Membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wagub Jihan Nurlela menyampaikan bahwa esensi kebangkitan nasional hari ini harus didefinisikan ulang agar adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
"Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser. Kita tidak lagi hanya bicara soal kedaulatan teritorial, melainkan telah masuk pada perebutan kedaulatan informasi dan akselerasi transformasi digital," tegas Jihan Nurlela di hadapan peserta upacara.
Dalam pidato tersebut dipaparkan bahwa di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa diimplementasikan secara konkret melalui payung Asta Cita. Beberapa program strategis nasional yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mulai masif berjalan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga penyediaan layanan cek kesehatan gratis. Di sektor riil, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih digerakkan sebagai poros kekuatan ekonomi mandiri di tingkat hilir.
Proteksi Total Tunas Bangsa di Ruang Siber
Satu hal yang menjadi sorotan krusial dalam peringatan Harkitnas ke-118 kali ini adalah ketegasan pemerintah dalam melindungi generasi muda di ruang siber. Pemprov Lampung menegaskan bahwa pemerintah pusat telah secara penuh memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
"Implementasi konkretnya, per 28 Maret 2026, pemerintah telah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. Melalui kebijakan ini, kita ingin memastikan bahwa anak-anak yang merupakan tunas bangsa tumbuh di ruang digital yang sehat, beretika, dan aman," urai Wagub Jihan.
Menutup prosesi upacara, Pemprov Lampung mengajak seluruh elemen—mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda—untuk menjadikan nilai-nilai kebangkitan nasional sebagai motor penggerak pembangunan. Kebangkitan kolektif yang dimulai dari kesadaran individu ini diharapkan mampu membawa Lampung berkontribusi besar membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat di kancah dunia.
Post a Comment