Tabuhan Cetik Tandai Pembukaan GKPL XIV Pramuka di UMPRI, Diikuti Ribuan Peserta Lintas Daerah



PRINGSEWU – Semangat kepanduan dan atmosfer kompetitif yang positif resmi menyelimuti Bumi Jejama Secancanan. Wakil Bupati Pringsewu yang juga sekaligus menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Gerakan Pramuka Pringsewu, Umi Laila, secara resmi membuka perhelatan akbar Gelar Kreativitas Panca Lomba (GKPL) XIV Pramuka se-Kwartir Nasional Tahun 2026, Jumat (29/5/2026) pagi.

Prosesi pembukaan instrumen perlombaan tersebut ditandai secara simbolis melalui penabuhan alat musik tradisional khas Lampung, Cetik. Agenda pembukaan dipusatkan di halaman kampus Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Rangkaian pembukaan GKPL XIV ini diawali dengan upacara bendera yang dipimpin oleh Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung, Catur Agus Dewanto, selaku Pembina Upacara. Perhelatan ini turut dihadiri Ketua Harian Kwarcab Pringsewu Dr. Supriyanto, jajaran Pengurus Kwartir Ranting (Kwaran), serta perwakilan Gugus Depan (Gudep) dari berbagai daerah penyangga seperti Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.

Momentum Kebangkitan Karakter dan Penguatan Persaudaraan

Dalam amanat upacaranya, Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Lampung, Catur Agus Dewanto, menekankan bahwa GKPL XIV harus dijadikan momentum emas bagi kebangkitan karakter seluruh tingkatan anggota Pramuka, mulai dari jenjang Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega. Menurutnya, esensi dari gerakan kepanduan adalah menghadirkan aktivitas yang edukatif, menarik, namun tetap membahagiakan.

"Dalam setiap perlombaan Pramuka, pondasi yang paling utama adalah menumbuhkan rasa bahagia terlebih dahulu, baru kemudian membangun rajutan silaturahmi antarsesama. Kita harus ingat bahwa setiap anggota Pramuka adalah saudara, sehingga muara dari kompetisi ini adalah mempererat jalinan persaudaraan di antara seluruh anggota yang hadir," tegas Catur Agus Dewanto.

Linear dengan hal tersebut, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila menaruh harapan besar agar GKPL XIV mampu memantik motivasi internal para peserta untuk terus berkarya, menelurkan inovasi, serta berani menunjukkan potensi terbaik mereka dalam setiap cabang perlombaan. Di samping mengasah kemampuan teknis kepramukaan, ajang ini dirancang sebagai wadah internalisasi nilai-nilai sportivitas universal.

"Melalui ruang kompetisi yang sehat ini, kami berharap para peserta pulang dengan membawa pengalaman baru yang berharga. Kegiatan ini dibentuk untuk meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mencetak generasi muda yang aktif, kreatif, bermental juara, dan tangguh menghadapi masa depan," urai Umi Laila optimis.

Rincian Demografi Peserta: Penggalang SD Mendominasi Klaster Lomba

Berdasarkan data yang dihimpun dari panitia pelaksana, agenda GKPL XIV Kwartir Nasional 2026 ini dijadwalkan berlangsung secara maraton selama tiga hari berturut-turut, terhitung sejak tanggal 29 hingga 31 Mei 2026.

Animo kepanduan pada gelaran tahun ini tergolong sangat masif dengan total keterlibatan mencapai 1.254 peserta aktif dari berbagai tingkatan sekolah dan perguruan tinggi. Jika diurai berdasarkan segmentasi kepesertaan, klaster Penggalang tingkat Sekolah Dasar (SD) mendominasi jalannya lomba dengan raihan 482 peserta.

Disusul kemudian oleh kelompok Penggalang tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 432 peserta, penegak tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sejumlah 333 peserta, serta dari lini Pandega sebanyak 5 peserta. Seluruh kontingen dipastikan akan memperebutkan gelar juara pada lima cabang perlombaan utama yang menguji ketangkasan fisik, kecerdasan mental, dan soliditas tim.

Post a Comment

Previous Post Next Post