JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri peringatan Hari Buruh Nasional (May Day) yang dipadati ribuan pekerja di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi hak-hak serta meningkatkan kesejahteraan kaum buruh di seluruh Indonesia.
Acara yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat negara, pimpinan konfederasi serikat pekerja, serta perwakilan instansi terkait.
Poin-Poin Utama Arahan Presiden:
1. Komitmen Perlindungan Pekerja dan Regulasi Baru
Presiden Prabowo menegaskan bahwa dukungan kaum pekerja merupakan fondasi penting berdirinya pemerintahan. Sebagai bentuk nyata kehadiran negara, Presiden menyampaikan capaian historis berupa pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.
UU Pelindungan Pekerja Rumah Tangga: Disahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah NKRI sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja sektor informal.
Satuan Tugas Mitigasi PHK: Pemerintah resmi mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja dan Kesejahteraan Buruh guna melindungi pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
2. Program Kesejahteraan dan Fasilitas Hunian
Untuk mengatasi masalah ketimpangan ekonomi dan mendukung mobilitas pekerja, pemerintah telah merancang sejumlah program strategis pada tahun ini:
Penyediaan 1 Juta Rumah: Pemerintah akan membangun perumahan dan hunian vertikal terpadu di dekat kawasan industri. Klaster perumahan ini akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti sekolah, rumah sakit, sarana olahraga, dan akses transportasi yang memadai.
Kredit Rakyat 5%: Instruksi kepada perbankan nasional untuk menyalurkan kredit kerakyatan dengan suku bunga maksimal 5 persen per tahun.
3. Perlindungan bagi Pengemudi Ojek Online (Ojol)
Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti nasib para pengemudi ojek online yang bekerja keras setiap hari. Presiden secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tingginya potongan setoran dari aplikator yang dinilai memberatkan pengemudi, dan mengimbau agar potongan tersebut berada di bawah 10 persen demi kesejahteraan pekerja di lapangan.
4. Stabilitas Ekonomi dan Stance terhadap Dunia Usaha
Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap objektif dan berpikir dewasa. Pemerintah berpihak pada kesejahteraan rakyat dan tidak akan melindungi pejabat yang bekerja sama dengan pengusaha serakah, namun pemerintah juga menyadari bahwa iklim usaha yang sehat tetap membutuhkan kehadiran pengusaha yang beretika untuk menghidupkan perekonomian nasional.
Peringatan May Day 2026 ditutup dengan yel-yel "HIDUP BURUH, HIDUP RAKYAT" yang disuarakan bersama oleh Presiden dan ribuan buruh yang hadir di kawasan Monas.
Post a Comment