Bandar Lampung — Kabar gembira datang bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada akses penghubung antara Kelurahan Way Kandis, Kota Bandar Lampung, dan Desa Fajar Baru, Lampung Selatan. Setelah sempat menjadi sorotan publik akibat aksi gotong royong warga membangun jembatan darurat menggunakan batang kelapa dan bambu, Pemerintah Kota Bandar Lampung kini berencana mengusulkan pembangunan jembatan permanen pada tahun 2027 mendatang.
Sebelumnya, pembangunan jembatan darurat yang dilakukan puluhan warga sempat viral dan menarik perhatian berbagai pihak. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk membuka kembali akses yang memudahkan aktivitas sehari-hari antarwilayah.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Yudistira Erik, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat (22/05) menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui inisiatif warga yang membangun jembatan penghubung antara Way Kandis dan Fajar Baru tersebut.
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen belum dapat direalisasikan tahun ini karena anggaran kegiatan telah berjalan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun demikian, usulan pembangunan akan masuk dalam agenda tahun 2027.
“Pada prinsipnya kami sudah mengetahui kondisi di lapangan. Karena anggaran tahun ini sudah berjalan, maka pembangunan jembatan permanen akan diusulkan untuk tahun 2027. Selama lahannya tersedia dan administrasinya jelas, wilayah perbatasan juga menjadi prioritas pembangunan,” jelasnya.
Erik menambahkan, sebelum pembangunan dilakukan, pihaknya akan terlebih dahulu memastikan aspek administratif, khususnya terkait legalitas lahan dan batas wilayah. Mengingat lokasi tersebut berada di area perbatasan antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan, verifikasi administrasi dinilai penting agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah sehingga aktivitas masyarakat, baik ekonomi maupun mobilitas sehari-hari, dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Rencana tersebut pun disambut positif oleh masyarakat, khususnya warga yang sebelumnya bergotong royong membangun jembatan darurat. Warga mengaku senang atas respons yang diberikan Pemerintah Kota Bandar Lampung dan berharap rencana tersebut dapat benar-benar terealisasi.
Masyarakat juga menyatakan siap menunggu kedatangan pihak terkait untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Mereka berharap jembatan darurat berbahan kayu kelapa yang saat ini digunakan dapat segera digantikan dengan infrastruktur yang lebih layak dan permanen. (*)

Post a Comment