Kapal Kemanusiaan Dicegat Israel, Jurnalis TV Tempo dan Republika Hilang Kontak di Mediterania



JAKARTA – Solidaritas internasional kembali diguncang aksi militer sepihak. Manajemen Tempo Inti Media resmi buka suara terkait hilangnya kontak dengan jurnalis TV Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza. Kapal-kapal pembawa bantuan tersebut dicegat oleh militer Israel di perairan internasional sekitar Siprus, Mediterania Timur, Senin (18/5/2026).

Corporate Secretary PT Tempo Inti Media, Jajang Jamaludin, menjelaskan bahwa komunikasi intensif dengan Andre terakhir kali terjadi pada Sabtu (16/5/2026) malam. Dalam laporan terakhirnya, Andre mengabarkan bahwa armada relawan telah memasuki "zona merah" atau protokol darurat, di mana kapal-kapal bantuan kemanusiaan mulai di-intercept (dicegat) satu per satu oleh tentara Israel hingga akhirnya pihak redaksi kehilangan kontak sama sekali.

"Mohon doanya buat semuanya, mudah-mudahan kita menemukan jalan yang terbaik untuk Andre dan semua tim relawan. Karena mereka pergi dengan misi yang sangat mulia, semestinya mendapatkan perlindungan penuh dari hukum internasional," ujar Jajang dalam sesi interaksi daring, Selasa (19/5/2026).

Menyikapi situasi kritis ini, Tempo bergerak cepat membangun konsolidasi dengan berbagai otoritas strategis, termasuk Dewan Pers serta manajemen Republika yang jurnalisnya turut menjadi korban pembajakan tersebut. Otoritas jurnalisme mendesak Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri untuk mengerahkan upaya diplomasi terbaiknya demi menyelamatkan para WNI yang kini diduga ditahan oleh militer Israel.

Berdasarkan data manifes Global Sumud Flotilla, terdapat lima warga negara Indonesia yang dilaporkan hilang dan diduga diculik oleh tentara Israel dari beberapa kapal berbeda:

  • Thoudy Badai (Jurnalis Republika) – Kapal Ozgurluk

  • Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo) – Kapal Ozgurluk

  • Rahendro Herubowo (Aktivis) – Kapal Ozgurluk

  • Bambang Noroyono (Jurnalis Republika) – Kapal Boralize

  • Andi Angga (Aktivis) – Kapal Josef

Sementara itu, empat aktivis kemanusiaan asal Indonesia lainnya dilaporkan masih berada di atas kapal yang berlayar di sekitar wilayah perairan tersebut.

Aksi militer tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah Indonesia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkan, secara tegas mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional tersebut di perairan internasional. Kemlu memastikan bakal terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif lintas negara guna memastikan keselamatan serta pemulihan hak seluruh warga negara Indonesia yang terdampak.

Post a Comment

Previous Post Next Post