Buka PKA Angkatan I, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Minta Pejabat Jadi Arsitek Kebijakan

 

LAMPUNG SELATAN – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung, Lampung Selatan, pada Rabu (20/05/2026). Dalam momentum tersebut, Gubernur Mirza menegaskan bahwa jajaran pejabat administrator di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten, kota, serta instansi vertikal se-Lampung harus mampu bertransformasi menjadi arsitek kebijakan yang kreatif dan inovatif. Peran strategis ini sangat diperlukan agar seluruh potensi dan kekayaan komoditas unggulan Bumi Ruwa Jurai dapat dikonversi menjadi kemakmuran nyata yang dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Gubernur Mirza mengingatkan bahwa esensi utama kehadiran pemerintah adalah memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Saat ini, Lampung tercatat menempati peringkat keenam nasional untuk produksi padi dan jagung, peringkat pertama untuk ubi kayu dan nanas, serta peringkat kedua untuk kopi dan lada. Namun, tantangan makro yang dihadapi adalah angka kemiskinan periode 2024–2025 yang masih berada di kisaran 10,6 persen, dengan mayoritas kantong kemiskinan berada di pedesaan yang dihuni para petani. Oleh karena itu, diperlukan intervensi regulasi yang kuat, termasuk dalam peningkatan kualitas SDM sejak dini melalui pemenuhan nutrisi protein yang melimpah di Lampung guna meningkatkan indeks pendidikan anak-anak daerah.

Mengenai pengelolaan keuangan daerah, Gubernur Mirza menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerapkan prinsip efisiensi secara ketat dan mengubah pola pikir lama dengan menghindari belanja anggaran yang tidak efektif atau sekadar seremonial. Ia menekankan bahwa setiap satu rupiah APBD yang dibelanjakan minimal harus memberikan kemanfaatan ekonomi senilai lima rupiah bagi masyarakat. Sebagai bentuk stimulus pada sektor riil, pemerintah daerah mengandalkan program penyaluran pupuk organik cair (POC) gratis yang menargetkan 1 juta hektare lahan pertanian dengan alokasi Rp150 miliar, yang diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target 6,2 hingga 6,4 persen.

Menuju visi Indonesia Emas 2045, Pemerintah Provinsi Lampung juga berkomitmen memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan mandiri sektor-sektor strategis, seperti pelabuhan perikanan, pabrik pakan, hingga sumber energi sesuai amanat konstitusi. Mengakhiri arahannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa keberhasilan seluruh transformasi ekonomi, sosial, dan birokrasi ini sepenuhnya bergantung pada kualitas sumber daya manusia aparaturnya. Ia mengibaratkan para pejabat administrator sebagai sopir kendaraan yang memegang peranan krusial dalam menentukan arah jalan dan mengantarkan Provinsi Lampung menuju gerbang kemajuan masa depan.

Post a Comment

Previous Post Next Post