TULANG BAWANG BARAT – Pemerintah Tiyuh (Desa) Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), merealisasikan langkah nyata dalam mendukung penguatan karakter berbasis keagamaan di tingkat tapak. Memanfaatkan alokasi anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026, pemerintah tiyuh setempat secara resmi menyalurkan dana insentif atau honorarium kepada 15 guru ngaji yang aktif mengabdi di wilayah tersebut, Selasa (26/5/2026).
Pemberian insentif ini disalurkan secara transparan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) tiyuh setempat langsung kepada para penerima manfaat. Adapun skema honorarium yang ditetapkan adalah sebesar Rp100 ribu per bulan.
Guna memberikan dampak manfaat yang lebih terasa bagi pemenuhan kebutuhan para guru ngaji, pihak pemerintah tiyuh mengambil kebijakan untuk merapel dan membayarkan honor tersebut sekaligus selama lima bulan, terhitung sejak periode Januari hingga Mei 2026. Dengan demikian, setiap guru ngaji menerima dana segar sebesar Rp500 ribu.
Kepalo Tiyuh Marga Kencana, Supriyadi, menyampaikan bahwa program pemberian insentif ini merupakan bentuk apresiasi, atensi, serta kepedulian yang mendalam dari pemerintah tiyuh terhadap para pendidik al-quran. Selama ini, para guru ngaji dinilai telah mengambil peran kepemimpinan yang sangat aktif dalam mengawal pendidikan keagamaan masyarakat di lingkungan pekon.
Menurut Supriyadi, guru ngaji memiliki kontribusi yang sangat fundamental dan tidak berwujud (intangible) dalam membentengi karakter serta akhlak generasi muda Tubaba, khususnya melalui pembinaan mental dan pendidikan agama sejak usia dini di lingkungan keluarga besar tiyuh.
“Kami sangat menyadari bahwa dari segi nominal, jumlah yang kami berikan ini belumlah besar dan belum sebanding dengan pengorbanan mereka. Namun, kami berharap besar honor ini dapat diterima sebagai bentuk penghormatan tinggi atas dedikasi tanpa pamrih para guru ngaji yang terus mengabdikan diri membina anak-anak kita dalam memahami ilmu agama,” ujar Supriyadi taktis.
Komitmen Keberlanjutan Program Berbasis Dana Desa
Supriyadi menambahkan, jajaran aparatur Tiyuh Marga Kencana memiliki komitmen jangka panjang untuk terus mengawal dan mendukung penuh setiap simpul kegiatan keagamaan masyarakat. Program pembinaan mental spiritual ini akan tetap diposisikan sebagai menu prioritas dalam postur APB-Tiyuh yang bersumber dari Dana Desa, sebagai upaya sistematis memperkuat nilai-nilai religius sekaligus pembinaan moral komunal masyarakat desa.
Langkah mengintervensi kesejahteraan guru ngaji lewat Dana Desa ini diharapkan mampu melahirkan efek domino yang positif bagi iklim pendidikan informal di daerah tersebut.
"Selain meringankan sedikit beban operasional para guru ngaji kita di lapangan, stimulasi program ini diharapkan mampu memicu dan mendorong semangat baru dalam meningkatkan kualitas mutu serta metodologi pembelajaran pendidikan agama Islam di Tiyuh Marga Kencana agar semakin maju," pungkas Supriyadi.
Post a Comment